Polda Kepri Tangkap Seorang Wanita yang Menyebarkan Berita Hoax Kerusuhan Pasca Pemilu 2019 di Batam

Tribratanews.polri.go.idBatam. Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri) berhasil mengamankan seorang wanita yang menyebarkan beritan bohong. Hal tersebut diungkapkan oleh Wakapolda Kepri, Brigjen Pol. Drs.. Yan Fitri Halimansyah, M.H. Minggu (21/04/2019)

Pengungkapan kasus penyebaran berita bohong yang dilakukan oleh seorang wanita tersebut tampak dihadiri oleh Wakapolda Kepri Brigjen Pol. Drs. H. Yan Fitri Halimansyah didampingi Dirreskrimum Polda Kepri, Kombes Pol Hernowo Yulianto dan Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol. Drs. S. Erlangga.

Tersangka K ditangkap karena diduga menyebarkan kabar bohong atau hoaks di sosmed online.
Rilis yang diterima dari Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Erlangga, Selasa (22/04/19), Tersangka K menyebarkan hoaks melalui ponsel.

Pada hari Minggu (21/04/19), K merekam suaranya sendiri menggunakan ponsel temannya berinisial C. Rekaman ini isinya seolah-olah di sebuah PPK di Batam tidak aman.

“K kemudian menyebarkan rekaman suaranya melalui grup WhatApp. Ia mengajak kelompok tertentu untuk hadir karena mendengar suara tembakan dari polisi,” jelas Wakapolda Kepri, Brigjen Pol. Drs.. Yan Fitri Halimansyah, M.H.

Disampaikan Kapolda Kepri, dalam pengamanan Pemilu melaui Operasi Mantap Brata, anggota TNI-Polri yang melakukan pengamanan tidak diperbolehkan membawa senjata api.

“Dengan adanya berita bohong ini, seolah-olah anggota Polri melanggar SOP (Standar Operasional Prosedur) dalam pengamanan Pemilu,” jelas Wakapolda Kepri.

Tersangka K diduga melanggar pasal 45A ayat 2 Undang-undang Republik Indonesia nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-undang Republik Indonesia nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo Pasal 28 ayat 2 Undang-undang Republik Indonesia nomor 11 tahun 2008 dan atau pasal 14 ayat (2) dan pasal 15 Undang-undang Republik Indonesia nomor 1 tahun 1946 tentang peraturan Hukum Pidana dengan ancaman hukuman 10 tahun.

“Kepada masyarakat jangan melakukan perbuatan-perbuatan yang merugikan. Apalagi menyebarkan informasi atau berita yang belum diyakini kebenarannya,” imbau Brigjen Pol. Drs.. Yan Fitri Halimansyah, M.H.

Jenderal bintang satu tersebut berharap masyarakat bijaksana menggunakan media sosial dengan norma-norma yang ada.
Menyampaikan berita melalui media sosial tentu harus memiliki narasumber yang jelas. Isi dari konten berita yang dibagikan harus dapat dipertanggungjawabankan secara hukum.

“Karena apabila menimbulkan kerugian kepada salah satu pihak ataupun perorangan akan menjadi sebuah perbuatan pidana,” tutup Mantan Karo Multimedia Divhumas Polri.

(ym/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password