Pascabom Sri Langka, Polri Jamin Keamanan

Tribratanews.polri.go.id Jakarta . Kepolisian Republik Indonesia terus melakukan monitoring terhadap sel-sel teroris yang tidur. Hal itu dilakukan jauh sebelum adanya serangan delapan bom di Sri Lanka, Minggu (21/4).

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Dedi Prasetyo mengatakan, monitoring dilakukan sejak penangkapan terduga teroris di Sibolga dan beberapa daerah lainnya beberapa waktu lalu. Kepolisian langsung melakukan profilling dan identifikasi terhadap sleeping sel lainnya yang ada di Indonesia.

Penguatan terhadap monitoring pun terus dilakukan baik dari seluruh Satgas Anti Terorisme dan Radikalisme di seluruh Polda, serta Densus 88 Anti-teror. “Dan stakeholder terkait terus melakukan monitoring sleeping sel maupun di beberapa wilayah,” ujar Brigjen Pol. Dedi Prasetyo , Jakarta, Senin (22/4).

Untuk itu, ia meminta masyarakat Indonesia tetap tenang melihat kejadian di Sibolga. Polri akan terus mengantisipasi segala bentuk teroris.

“Percayakan kepada kepolisian yang sudah memiliki pengalaman puluhan tahun untuk melakukan antisipasi dan penegakkan hukum terhadap kelompok teroris yang ada di Indonesia,” tegas Brigjen Pol. Dedi Prasetyo.

Sebelumnya, delapan bom mengguncang tiga gereja, empat hotel, dan sebuah rumah di Sri Lanka, Minggu (21/4). Data korban jiwa hingga Senin (22/4) telah mencapai 215 orang. Lebih dari 400 orang lainnya terluka.

Adapun tiga gereja yang menjadi sasaran bom yakni, Kuil Santo Anthony di distrik Kochchikade di Kolombo, Gereja Santo Sebastian di Negombo dan Gereja Sion di kota Batticaloa.

Lima lokasi ledakan lainnya adalah Hotel Cinnamon Grand, Shangri-La, Kingsbury, serta sebuah hotel di dekat Kebun Binatang Nasional. Bom kedelapan meledak di sebuah rumah selama operasi keamanan berlangsung.

Py/sw/hy

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password