Sebarkan Berita Hoax, Polda Papua Monitor Salah Satu Akun di Facebook

Tribratanews.polri.go.idJayapura. Kepolisian Daerah (Polda) Papua melakukan pengawasan dan memonitor progress terhadap salah satu akun Facebook dengan inisial SY, dimana akun facebook tersebut memposting tentang Neles Tebay yang dibunuh dengan cara professional, tunggu Hasil diagnosa dokter membuat kita puas dengan apa yang terjadi.

Tetapi ciri – ciri penyakit yang diderita itu tidak jauh membedakan dengan berbagai pemimpin dunia yang dibunuh dengan senjata kimia (racun).

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Papua, Kombes Pol. Edy Swasono mengatakan terkait dengan postingan tersebut belum ada pihak yang dirugikan, sebab, apa yang disampaikan pemilik akun SY baru sebatas asumsinya terhadap kematian Pendeta Neles Tebay.

“Postingan tersebut belum ada unsur pidananya, terkecuali ada yang dia tuduh dan yang menuduh itu mengadu domba dan unsur fitnahnya maka bisa dikenakan UU ITE,” jelas Kombes Pol. Edy Swasono saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (21/04/19).

Direskrimsus Polda Papua bisa dikenakan UU ITE terkecuali apa yang diposting ada unsur fitnah atau pencemaran nama baik, membuat perpecahan yang menimbulkan unsur SARA.

“Harus ada subjek yang dirugikan baru kami bisa memprosesnya, jika sebatas pernyataan – pernyataan yang bersifat umum dan tidak merujuk pada salah satu pihak dan tidak mencemarkan nama baik, Maka belum masuk unsur pidananya,” tegas Kombes Pol. Edy Swasono

Direskrimsus Polda Papua menjelaskan bahwa akun facebook SY masih tetap dalam pengawasan dan dalam monitoring. Pasalnya akun facebook SY sebelumnya pernah menuliskan tentang anak – anak dan orang dewasa di Nduga, Papua masih sakit dan menderita akibat terkena bom kimia Fosfor.

“Kami terus melakukan pemantauan terhadap akun – akun yang menimbulkan propaganda, kalau memenuhi unsur dan ada yang melapor karena merasa dirugikan maka akan kami tindak sesuai dengan proses hukum yang berlaku,” terang Mantan Direktur Reserse Narkoba Polda Lampung.

Direskrimsus Polda Papua mengajak masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan sebuah pemberitaan yang belum tentu kebenarannya (Hoax).

(ym/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password