Polisi Gagalkan Peredaran Sabu 500 Gram, Yang Ditemukan di Sepatu Pria Asal Jabar ini

Tribratanews.polri.go.id – Sulsel. Inden Suriatna (27), seorang penumpang pesawat yang baru tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin tak bisa berkelit dihadapan beberapa pria bersenjata yang diketahui Tim Resimen Mobile (Resmob) Polda Sulsel menyergap dan menggeledahnya dan ditemukan barang haram jenis sabu yang dikuasainya. Pria asal Kibodas Sukabumi, Provinsi Jawa Barat ini bersama barang bukti miliknya langsung digiring ke Mapolda Sulsel.

Kasubdit IV Ditkrimum Polda Sulsel Kompol Supriyanto membenarkan penangkapan seorang warga asal Kibodas Sukabumi itu, “Awalnya Kanit Resmob Polda Sulsel AKP Edy Sabhara menerima aduan menyebutkan bahwa salah seorang penumpang pesawat yang akan tiba di Bandara Suha diduga membawa narkotika jenis Sabu. Kanit Resmob Polda Sulsel langsung memerintahkan personelnya turun melakukan penyelidikan, setiba dilokasi pada hari Kamis 11 April 2019 seorang lelaki yang sudah diketahui ciri-cirinya yang baru saja tiba di Makassar langsung disergap. Dia kemudian digeledah. Hasilnya ditemukan dua bungkus sabu seberat kurang lebih 500 gram narkotika jenis sabu yang disimpan di sepatu yang dikenakan, selanjutnya pelaku dan barang buktinya di bawa ke Posko Resmob Polda Sulsel untuk dilakukan introgasi,” jelas Kompol Supriyanto yang dikonfirmasi, Sabtu (13/4/2019).

Dia melanjutkan dari pemeriksaan sementara diperoleh keterangan dari hasil Chat Whatsaap miliknya dan disebutkan dalam chat itu pelaku (Iden) diarahkan (di tuntun) seorang lelaki yang diduga pemesan sabu ke Hotel Melia Jalan Mappayukki di kamar 1106, Personel Resmob langsung bergerak ke lokasi Hotel berdasarkan isi chat pelaku ia diarahkan oleh pemesannya di Hotel Mappayukki. Disana personel Resmob lebih dulu berkoordinasi ke pihak Hotel untuk melakukan pencarian orang yang diburunya.

“Penggerebekan dilakukan di kamar 1106 dan 1119. Hanya saja tak berbuah hasil pria yang diduga sebagai pemesan barang haram dari lelaki Iden berinisial IW tak berada di kamar yang ditujukan alias kamar saat itu tak berpenghuni (kosong). Kasus ini masih dalam pengembangan,” pungkasnya.

(sa/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password