Polda Bali Tahan 2 Tersangka Kasus Penipuan

Tribratanews.polri.go.id- Denpasar. Kepolisian Daerah Bali tetapkan 2 tersangka terkait kasus penipuan jual beli tanah yang melibatkan mantan Wakil Gubernur Bali I Ketut Sudikerta.
Dua tersangka yang di tetapkan yaitu I Wayan Wakil (51) dan Anak Agung Ngurah Agung (78).

Direskrimsus Polda Bali Kombes Pol Yuliar Kus Nugroho menuturkan, I Wayan Wakil mengaku telah menyerahkan Sertifikat Hak Milik (SHM) nomor 5048 yang diduga palsu kepada I Ketut Sudikerta.

“Yang bersangkutan juga mengakui telah menerima aliran dana Rp 8 miliar dari PT Pecatu Bangun Gemilang (hasil penjualan tanah). Yang bersangkutan juga telah menerima uang Rp 19 miliar dari AA Ngurah Agung atas penjualan tanah tersebut,” jelas Kombes Pol Yuliar Kus Nugroho Rabu (10/04/19).
Selain itu, Anak Agung Ngurah Agung juga mengakui telah melakukan pelepasan hak terhadap SHM nomor 5048 yang diduga palsu kepada Alim Markus, pemilik Maspion Group yang merupakan korban.

Kemudian, Anak Agung menyerahkan uang Rp 19 miliar kepada I Wayan Wakil yang merupakan bagian dari Rp 26 miliar yang diterima dari Sudikerta.

“Peran keduanya aktif dalam permasalahan penipuan ini. Berdasarkan hasil pemeriksaan dan didukung dengan 2 alat bukti yang cukup, bahwa terhadap keduanya I Wayan Wakil dan AA Ngurah Agung, telah ditahan,” ujar Yuliar.

Kasus ini bermula dari ditangkapnya Sudikerta dalam kasus penipuan dan penggelapan tanah Rp 149 miliar akhir tahun lalu. Dia diduga menipu Alim Markus dalam jual-beli tanah. Selain kasus itu, Sudikerta dijerat pasal pencucian uang.

Diketahui, Sudikerta dijerat dengan Pasal 378 KUHP dan/atau Pasal 263 ayat (2) KUHP dan/atau Pasal 3 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang pemberantasan dan pencegahan tindak pidana pencucian uang, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. Sudikerta juga terancam denda Rp 10 miliar.

(bb/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password