Polri Deteksi Lokasi Pelaku Pembuat Hoaks Server KPU

Tribratanews.polri.go.id – Jakarta. Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen. Pol. Dr. Dedi Prasetyo, M.Hum., M.Si., M.M., menjelaskan, Polri telah mendeteksi lokasi keberadaan dua pelaku kreator atau pembuat hoaks server Komisi Pemilihan Umum di Singapura (KPU).

  1. Dua pelaku pembuat hoaks masih dikejar

Karo Penmas menjelaskan, penyidik Direktorat Siber Mabes Polri telah mengidentifikasi dua orang pelaku pembuat hoaks, yang masuk daftar pencarian orang (DPO) tersebut.

“Satu orang adalah pemilik sebuah akun Instagram yang diduga pertama kali mengunggah video hoaks itu, sedangkan satu DPO lainnya adalah orang yang berbicara dalam video hoaks tersebut,” ujar Jenderal Bintang Satu itu.

“Nanti kalau sudah tertangkap semuanya, dua-duanya langsung ditetapkan jadi tersangka dan ditahan,” sambungnya.

  1. KPU merasa dirugikan atas video hoaks itu

Sebelumnya, Ketua KPU Arief Budiman yang didampingi oleh enam Komisioner KPU mengatakan, alasan pihaknya melaporkan peristiwa itu kepada polisi karena hoaks tersebut dinilai telah merugikan KPU, yang notabene merupakan penyelenggara pemilu.

“Malam ini KPU merasa ada sesuatu yang penting dan perlu disampaikan kepada Bareskrim, karena kami merasa bahwa itu mengganggu kepercayaan publik terhadap KPU. Yang KPU disebut telah punya server dan menyetting servernya itu untuk memenangkan salah satu paslon,” ujar Arief Budiman di Gedung Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis(4/4/19).

Usai melaporkan hal itu kepada pihak Bareskrim, Ketua KPU menjelaskan bahwa server KPU tidak ada di luar negeri. Menurunya, semua server ada di dalam negeri.

“Pertama, tidak benar bahwa server KPU ada di luar negeri. Semua server KPU ada di dalam negeri dan dikerjakan oleh anak-anak bangsa,” jelasnya.

  1. KPU laporkan tiga akun media sosial yang memuat informasi hoaks itu

Arief menilai, KPU merasa dirugikan akibat tuduhan tidak berdasar melalui video yang tersebar di media sosial itu. KPU juga melaporkan tiga akun media sosial yang diduga memuat informasi hoaks tersebut.

“Ada beberapa hal yang kita laporkan, sekurang-kurangnya ada tiga akun di media sosial. Kemudian juga menyampaikan alat bukti, berupa rekaman video, di dalamnya ada beberapa orang yang menyampaikan beberapa hal yang tidak benar,” jelas Ketua KPU itu.

Diketahui, beredar video yang menyebutkan bahwa server KPU di Singapura telah disetting untuk memenangkan Jokowi-Ma’ruf sebesar 57 persen. Video itu pun viral di media sosial.

Video itu dibagikan oleh beberapa akun di media sosial. Akun itu turut menyertakan potongan video berdurasi 59 detik yang menampakkan suasana rapat. Selain itu, seorang pria yang sedang berbicara dalam rapat itu terlihat mengatakan bahwa data server KPU telah bocor.

(my/sw/hy)

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password