Polda Babel Tangkap Tersangka Kasus Penistaan Agama

Tribratanews.polri.go.id – Bangka Belitung. Residivis atas nama Daud Raffles (25), warga Parittiga Jebus, Kab. Bangka Barat langsung ditetapkan sebagai tersangka penistaan agama oleh Penyidik Dit Krimsus Polda Kepulauan Bangka Belitung. Residivisi yang belum lama keluar dari penjara itu viral di media sosial lewat rekaman videonya. Di video tersebut, Daud Rafles melontarkan kata-kata yang tidak pantas terkait kitab suci umat Islam.

Kapolda Kep. Babel, Brigjen. Pol. Drs. Istiono, M.H., menjelaskan Daud Raffles diamankan dan menjalani pemeriksaan sejak Senin (8/4/19) malam. Penyidik bekerja hingga pukul 05.00 WIB dan diakhiri kesimpulan penetapan tersangka terhadap Daud Raffles.

“Tersangka RDL langsung kita tetapkan sebagai tersangka anggota saya setelah melakukan penangkapan semalam bekerja hingga jam 5 subuh memeriksa tersangka dan para saksi,” jelas Kapolda dalam jumpa pers, Selasa (9/4/2019).

Kapolda menambahkan, pemeriksaan dan pengecekan diketahui tersangka belum lama keluar dari penjara karena kasus penganiayaan. Ia juga menjelaskan begitu mendengar permasalahan dan mendapatkan laporan pihaknya langsung bertindak cepat. Temasuk mengamankan tersangka agar tidak terjadi hal hal yang tidak diinginkan.

Barang bukti yang diamamkan antara lain handphone, pakaian dan barang-barang yang digunakan saat membuat video.

Kabag Ops Polres Bangka Barat, Kompol Febriandi Haloho mengatakan Daud Raffles sempat diamankan di Polres Babar, pada Senin (8/4).

Setelah dimintai keterangan, kasus dugaan penistaan agama yang menyeret Daud Raffles diambil alih Polda Babel.

Brigjen Pol. Istiono menjelaskan Salah satu alasan kasus ini ditangani oleh Dit Krimus karena sejumlah saksi banyak berada di Pangkalpinang selain terkait keamanan dan penyidik ahli.

“Kita antisipasi segala kemungkinan terkait penanganan kasus dilakukan di Polda karena sebagian besar saksi berdomisili di Pangkalpinang” tambahnya.

Atas perbuatannya, Daud Raffles dijerat UU ITE pasal 45 a ayat 2 junto pasal 28 ayat 2 UU RI No 19 Tahun 2016 tentang perubahan aras UU No 11 Tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik atau pasal 156 a KUHP.

“Ancaman 6 tahun penjara dan tersangka DRL kita tahan,” tutup Jenderal Bintang Satu itu.

(my/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password