Polisi Serahkan Dua Tersangka Mafia Tanah ke Kejati Banten

Tribratanews.polri.go.id Serang. Satuan Tugas Mafia Tanah Polda Banten melimpahkan berkas tanah seluas 5.411 meter persegi dari kedua tersangka mafia tanah di Desa Telaga Sari, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang. Kedua tersangka berinisial (M2) berinisial DHJ dan MLY diserahkan ke Kejaksaan Tinggi Banten untuk dilakukan tindak lanjut dalam proses hukum.

Direksrimum Polda Banten Kombes Pol. Novri Turangga mengatakan dua berkas tersangka mafia tanah atas nama DHJ selaku makelar tanah dan MLY, selaku Plt Desa Telaga Sari sudah dinyatakan lengkap atau P21 oleh jaksa penuntut umum.

“Betul, pada hari Jum’at (05/04/19) kemarin, Satgas Mafia Tanah telah menyerahkan berkas dan 2 tersangka mafia tanah ke Kejati Banten. Saudara DHJ dan MLY kemudian dititipkan ke Rutan Jambe Tangerang,” jelas Kombes Pol. Novri Turangga, Minggu (07/04/19).

Direksrimum Polda Banten mengatakan DHJ dan MLY merupakan menantu dan mertua diketahui telah memalsuan Akte Jual Beli di Desa Telaga Sari, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang untuk memohon menerbitkan SHM 01406 atas nama DHJ seluas 5.411 M2 diatas tanah milik 5 orang ahli waris yaitu, Tamol, Suhari, Sahni, Ajung Atmaja dan Ida Piyok.
“AJB yang dipalsukan sehingga terbit SHM 01406 atas nama DHJ seluas 5.411 M2, diatas tanah seluas 3.715 M2 milik ke lima ahli waris, AJB yang digunakan oleh DHJ, AJB Palsu seolah olah antara DHJ dengan Enan Bin Empi. Padahal Enan tidak pernah melakukan transaksi terhadap DHJ dan tanahnya masih ditinggali dan dibangun rumah tinggal,” tegas Kombes Pol. Novri Turangga didampingi Kasub Tindak Satgas Brantas Mafia Tanah, AKBP Sofwan Hermanto.

Kasatgas Mafia Tanah menambahkan tanah yang AJBnya dipalsukan, kemudian setelah diterbitkan Sertifikat Hak Milik (SHM) selanjutnya tanah itu dijual kepada BDM dengan nilai mencapai Rp 2,95 miliar.

“Hasil uji laboratorium forensik bahwa kertas AJB tidak ada tanda pengaman, kertas tanpa tanda air, semua tandatangan hasil digital printing termasuk ditemukan adanya tanda penghapusan di materai dan ditindis ulang, dan tandatangan aslinya hanya 1 yaitu tandatangan DHJ,” terang Direksrimum Polda Banten.

Perwira Menengah Polda Banten tersebut menegaskan DHJ termasuk kategori mafia tanah yang terstruktur dan terorganisir. Untuk itu, Satgas mafia tanah akan terus mengembangkan kasus yang melibatkan tersangka. Apalagi pihaknya sudah mengantongi nama-nama orang yang membantu DHJ.

“Hasil kerja Team Surveilance Satgas Mafia Tanah, telah mengantongi nama nama yang masuk dalam struktur kejahatan kelompok DHJ, sesuai dengan peranan masing – masing baik yang peran aktif, peran pasif, peran pendukung termasuk peran pengemas informasi, maka Kejahatan DHJ ini bisa dikategorikan mafia tanah yang terstruktur dan terorganisir,” tutupnya.

(ym/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password