Beredar Hoaks Server KPU di Singapura, Ketua KPU Lapor ke Bareskrim Polri

Tribratanews.polri.go.id-Jakarta. Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyambangi Badan Reserse Kriminal Mabes Polri, Kamis malam, (4/4/19) sekitar pukul 19.30 WIB. KPU melaporkan tiga akun di media sosial yang menyebarkan video berisikan berita bohong atau hoax.

Kedatangan Ketua Komisi PemIlihan Umum (KPU), Arief Budiman bersama enam orang lainnya yang terdiri dari Ilham Saputra, Evi Novida Ginting Manik, Wahyu Setiawan, Pramono Ubaid Tanthowi, Hasyim Asy’arin dan Viryan itu untuk melapor video yang viral tersebut.

“Mau ketemu Bareskrim, mau lapor dulu,” kata Arief Budiman saat tiba di gedung Bareskrim Polri, Kamis (4/4/2019).

Ketua KPU juga menyampaikan bahwa video yang viral tersebut tidak benar atau hoax.

“Isi konten video itu, di mana menyebut bahwa server KPU diatur agar memenangkan salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden, tidak benar,” kata Ketua KPU Arief Budiman.

Hoaks yang beredar bahwa server KPU di Singapura sudah menyetting kemenangan salah satu pasangan capres cawapres. Kabar tersebut beredar melalui Facebook, Twitter, hingga Instagram.
Akun Facebook bernama Rahmi Zainuddin Ilyas mengunggah informasi tersebut berjudul ‘Wow server KPU ternyata sudah Disetting 01 menang 57% tapi Jebol Atas Kebesaran Allah Meskipun Sudah Dipasang 3 Lapis’.

Dalam unggahan tersebut disertakan caption, ‘Astaghfirullah, semua terbongkar atas kebesaran dan kekuasaan serta kehendak Allah semata’. Muncul juga informasi dengan judul ‘Breaking New! Pak Wahyu mantan staf Jokowi di Solo bongkar server KPU di Singapura udah setting kemenangan 01 57%!!!, Jebol salah satu dari 7 servernya. Sebarkan. Viralkan’.

Ada beberapa versi video yang beredar. Salah satu video menayangkan seorang yang menyebut mendapat informasi mengenai server milik KPU yang sudah diatur untuk kemenangan paslon capres dan cawapres nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi – Ma’ruf Amin. Arief pun membawa sejumlah versi video beredar itu sebagai barang bukti dalam pelaporannya itu.

Ketua KPU tegas membantah pernyataan yang menyebut bahwa server KPU berada di luar negeri.

“Semua server KPU ada di sini,” tegas Ketua KPU.

Ketua KPU menjelaskan bahwa proses penghitungan suara dilakukan secara manual dan berjenjang mulai dari TPS, PPK, KPU Kabupaten atau Kota, KPU Provinsi dan KPU. Selain itu, hasil scan Form C1 diunggah di website KPU dilakukan setelah penghitungan suara selesai di TPS.

“Jadi pada dasarnya hasil suara di TPS sudah diketahui dulu oleh publik yakni saksi, Panwas TPS, warga pemilih, pemantau, media,” kata Arief.

Semua pihak pun diberi kesempatan untuk mendokumentasikan hasil penghitungan suara dalam Form C1-Plano.

“Dengan demikian tidak benar tuduhan bahwa KPU sudah mensetting perolehan capres melalui sistem IT,” tegas Arief Budiman.

Diketahui bahwa pelaku penyebar hoax bisa terancam Pasal 28 ayat 1 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik atau Undang-Undang ITE. Di dalam pasal itu disebutkan,

“Setiap orang yang dengan sengaja dan atau tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan, ancamannya bisa terkena pidana maksimal enam tahun dan denda maksimal Rp 1 miliar.”

(ng/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password