Marak Politik Uang Jelang Pencoblosan, Polri Ungkap Modusnya

Tribratanews.polri.go.idJakarta. Tim Satuan Tugas (Satgas) Penegakan hukum (Gakkum) Mabes Polri menangani 31 kasus dugaan money politics alias politik uang jelang Pemilu 2019. Kasus ini tersebar di seluruh wilayah kabupaten dan kota di Indonesia.

“Kemarin sudah disampaikan semuanya. Ada yang membagikan uang, sembako, sarana, kepada konstituen,” jelas Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Dr. Dedi Prasetyo, M.Hum., M.Si., M.M.

Ada banyak modus yang dilakukan para pemberi uang kepada masyarakat. Beberapa di antaranya dilakukan dari rumah ke rumah atau door to door. Ada pula yang diberikan setelah melalui kegiatan lainnya. “Bisa menggunakan kaki tangannya untuk door to door, bisa juga momentum-momentum kegiatan masyarakat lainnya, tergantung pada situasi yang ada di tempatnya,” jelas Brigjen Pol. Dr. Dedi Prasetyo, M.Hum., M.Si., M.M.

Karo Penmas Divisi Humas Polri mengatakan tindakan tersebut tersebar merata di sejumlah kota besar di Indonesia. Beberapa di antaranya ada di Jakarta, Jawa Tengah, Kalimantan dan Maluku. Kemudian ada di Yogyakarta, Gorontalo hingga Papua. “Adapula di Bangka Belitung, Sumbar, kemudian di Sulteng cukup banyak dan NTT. Ini data terakhir tanggal 29 Maret. Setiap kasus yang dilaporkan hingga hari ini,” Karo Penmas Divisi Humas Polri.

Sebagai bentuk antisipasi, Jenderal bintang satu tersebut mengatakan, pihaknya kini sedang menjalankan patroli jelang Pilpres. Dia berharap agar masyarakat melaporkan jika menemui kasus politik uang.

“Untuk serangan fajar Polri akan melakukan patroli terpadu dengan Bawaslu, TNI, pemda, dan melibatkan timses dari masing-masing paslon atau parpol karena kita sudah berkomitmen semua menjelang pelaksanaan kampanye, bebas dari money politics,”tutup Brigjen Pol. Dr. Dedi Prasetyo, M.Hum., M.Si., M.M.

(ym/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password