Polda Jateng Berhasil Bongkar Parktik Suntik Elpiji

Tribratanews.polri.go.id. – Semarang. Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah membongkar praktik suntik elpiji di tiga lokasi.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol. Agus Triatmaja mengatakan, Pelaku nekat memindahkan isi gas subsidi 3 kilogram ke tabung 5,5 kilogram dan 12 kilogram nonsubsidi untuk mendapatkan keuntungan.

Lokasi pertama, petugas melakukan penggeledahan di Perum Grand Marina Blok 8 No. 4 RT 002/RW 010, Kelurahan Tawangsari, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, Senin (11/3/2019).

“Pelaku berinisial AA yang diduga melakukan metrologi legal dan/atau perlindungan konsumen yaitu memindahkan isi gas bersubsidi ke dalam tabung gas elpiji non subsidi,” terang Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol. Agus Triatmaja, Jumat (29/3/2019).

 

Selanjutnya diperdagangkan ke Semarang dan Kendal. Dari praktik ini, AA mendapatkan omzet penjualan sekitar Rp100 juta per bulan, dengan keuntungan bersih sekitar Rp30 juta. Tersangka memindahkan gas menggunakan pipa besi dan es batu sebagai sarana pendingin.

Saat polisi telah menyita barang bukti berupa 38 tabung gas elpiji 3 kilogram, enam tabung gas elpiji 12 kilogram, dua tabung gas elpiji 5,5 kilogram, satu kantong plastik pipa besi sebagai alat untuk memindahkan gas dan satu timbangan.

 

Lokasi kedua terjadi pada Rabu (20/3/2019), polisi menggerebek tempat usaha milik M yang beralamat di Kenteng RT 02/RW 03, Kelurahan Ngadirejo, Kecamatan Kartasuro, Kab. Sukoharjo.

 

“Modusnya sama dengan pemindahan gas subsidi ke tabung elpiji nonsubsidi dengan menggunakan selang dan regulator yang dimodifikasi,” terang Kombes Pol. Agus.

Gas itu ia jual di daerah Kartasuro, Boyolali dan Surakarta dengan omzet penjualan per bulan Rp250 juta dengan keuntungan bersih sekitar Rp30 juta. Dari penggerebekan disita barang bukti seperti 132 tabung gas elpiji 5,5 kilogram, 54 tabung gas elpiji 12 kilogram, 136 tabung gas elpiji 3 kilogram, 13 selang regulator yang dimodifikasi dan satu timbangan. M menjual gas dengan harga lebih rendah dari harga resmi yang direkomendasikan Pertamina.

Pada hari yang  sama atas pengembangan penyidikan  M, polisi juga menggerebek kontrakan milik SS yang beralamat di Wates RT 01/RW 02, Desa Sobokerto, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali.

Cara yang dilakukan rata-rata sama. Dari perdagangan gas SS memiliki omzet penjualan Rp280 juta per bulan dengan keuntungan bersih sekitar Rp37.500.000.

Polisi menyita 179 tabung gas elpiji 3 kilogram, 20 tabung gas elpiji 12 kilogram, 12 tabung gas elpiji 5,5 kilogram, 10 selang regulator modifikasi dan satu timbangan. Para pelaku telah beraksi selama satu tahun.

Para pelaku disangkakan Pasal 106 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan dengan ancaman pidana penjara empat tahun dan/atau denda paling banyak Rp10 miliar. Pasal 32 ayat (1) Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1981 dan
Pasal 62 ayat (1) juncto Pasal 8 ayat (1) huruf a dan b Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, dengan dipidana penjara paling lama lima tahun dan/atau denda paling banyak Rp2 miliar.

 

 

(ds/sw/hy

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password