Seminar Nasional Polri Dihadiri Ketua DPR RI, Menteri Hingga Para Pakar, Sepakat Lawan Hoaks

Tribratanews.polri.go.id-Jakarta. Menciptakan Pemilu 2019 yang aman, damai dan sejuk, Divisi Humas Mabes Polri gelar Seminar Nasional Melawan Hoaks. Seminar yang digelar di Balai Kartini Jakarta Selatan ini, di hadiri oleh Kepala Badan Intelijen Kepolisian, Ketua DPR RI, Menkominfo, Ketua KPU RI , Kadiv Humas Polri, Karo Multimedia Divhumas Mabes Polri, serta Pakar Hukum Prof. DR. Moh. Mahfud MD., dan Pakar Ilmu Komunikasi Effendi Gazali, Ph.D, MPS ID., Rabu (28/03/19)

Seminar yang dihadiri ratusan perwakilan BEM Universitas di Indonesia ini dirangkaikan mulai dari kata sambutan dari para narasumber hingga diskusi panel.

Dalam sambutannya, Kapolri yang diwakili oleh Wakabaintelkam Polri Irjen Pol Drs. Suntana, M.Si., menyampaikan, Selaku pihak Kepolisian, saya mengajak kepada seluruh peserta sebagai pemegang tongkat estafet kepeminpinan yang akan berpindah masa mendatang, untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas, khususnya dalam Pemilu 2019.

“Jangan mudah percaya terhadap informasi atau berita yang belum jelas kebenarannya. Apalagi menjelang Pemilu 2019, sangat banyak orang-orang yang menyalahgunakan media sosial. Sehingga dapat berdampak negatif terhadap persatuan dan kesatuan bangsa,” tegas Wakabaintelkam Polri tersebut.

Dalam sambutannya, Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo), Rudiantara menyampaikan penyebaran informasi bohong alias hoax setiap tahun meningkat jumlahnya.

“Dari Agustus 2018 hanya 25, Desember 75, lalu Februari 2019 353 jumlahnya,” kata Rudiantara dalam seminar nasional Divisi Humas Polri bertema “Melawan Hoax untuk Menciptakan Pemilu 2019 yang Aman, Damai dan Sejuk di Media Sosial” di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (28/3).

Kemudian Mahfud MD dalam sambutannya meminta Polri tidak mundur dalam menindak pembuat dan penyebar hoaks.
Mahfud MD meminta Polri untuk tidak membiarkan tuduhan kriminalisasi yang kerap menghampiri dan tetap memberantas berita bohong dari tanah air.

“Kalau dituduh kriminalisasi, mundur, ya nggak bisa berbuat apa-apa, kita semakin banyak hoaks. Biarkan saja dituduh kriminalisasi, toh nanti akan terlihat unsur pidana,” ujar Mahfud di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Kamis (28/3/2019).

Disamping itu, Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menyerukan setiap pihak agar mengantisipasi dan memberantas informasi bohong (hoax) dan ujaran kebencian (hate speech). Dikhawatirkan semakin dekatnya pelaksanaan Pemilu yang hanya tinggal 20 hari lagi, akan membuat penyebaran berita bohong dan ujaran kebencian di berbagai platform media sosial akan semakin massif dan agresif.

“Berita bohong dan ujaran kebencian adalah teror bagi demokrasi. Tidak hanya di Indonesia, berbagai negara juga sedang menghadapi hal serupa. Agar bisa keluar dari serangan berita bohong dan ujaran kebencian, bangsa Indonesia harus meningkatkan literasi digital. Jangan mudah mempercayai sebuah informasi yang diterima, apalagi yang dibumbui dengan kata-kata bombastis yang disajikan tanpa fakta dan data, ” ungkap Ketua DPR RI saat menjadi pembicara pada seminar nasional yang diselenggarakan Polri tersebut.

Dalam diskusi panel, Efendi Gazali menjelaskan, dalam komunikasi hoax atau political hoax yaitu hoax yang muncul sebelum pemilu yang memang saat ini telah banyak terjadi menjelang pemilu. Kemudian hoaks tersebut dapat diketahui dengan melihat kebenarannya.

“Secara keilmuan, kebenaran dapat dibedakan antara lain : Kebenaran versi anda, kebenaran versi saya, kebenaran versi sebenarnya” jelas Pakar Ilmu Komunikasi tersebut.

(ng/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password