Polda Sulsel Menggelar Konferensi Pers Pengungkapan Narkoba Jenis Sabu Seberat 7 Kg

Tribratanews.polri.go.id – Makassar. Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan Irjen Pol Hamidin memimpin langsung Konferensi Pers atas keberhasilan tim khusus Narkoba Polda Sulsel dalam mengungkap kasus narkoba jenis sabu, yang dilaksanakan di Mapolda Sulsel, Jumat (22/03/19).

Keberhasilan Dit Reserse Narkoba Polda Sulsel dalam mengamankan barang bukti sabu seberat 7 kg tersebut, merupakan dari hasil pengembangan penyidikan terhadap AR warga Kabupaten Pinrang dan HP Warga Kabupaten Sidrap Sulawesi Selatan yang sudah ditahan karena menyelundupkan sabu seberat 1 Kg melalui Palu Sulteng.

Dalam penjelasannya, Kapolda Sulsel Irjen Pol Hamidin mengatakan sabu seberat tujuh kilo ini juga sumbernya bearasal dari Malaysia. Masuk ke Indonesia yaitu ke Nunukan kemudian Palu, Sulawesi Tengah, jadi ini merupakan sel baru dalam penyelundupan Narkoba khususnya menuju ke Sulsel, Polisi akan terus waspadai jaringan baru ini. Pelaku AR ditangkap saat dilakukan pembuntutan dari Sidrap yaitu di Baranti menuju ke Pinrang, di salah satu rumah AR berhenti masuk ke rumah tersebut menemui HP, petugas langsung melakukan penggerebekan, dan diamankan satu kilogram sabu. Setelah dilakukan Pemeriksaan AR, rnenjelaskan bahwa masih ada Narkotika Shabu di simpan dan ditanam di rurnah sawah yang ada di tengah sawah Jalan Poros Pinrang-Rappang Desa Wattang Simpo Kec. Baranti Kab. Sidrap

“Berdasarkan Informasi tersebut, akhirnya Polisi menuju Baranti Kab. Sidrap dengan membawa AR, tiba tengah malam di Jalan Poros Pinrang-Rappang Desa Wattang Simpo Kec. Baranti Kab. Sidrap, Polisi langsung melakukan pencarian di tengah sawah nya Polisi menemukan tempat dimana Narkotika Shabu di simpan (ditanam oleh AR yaitu di rumah sawah (tempat istirahat) ditengah sawah Jalan Poros Pinrang-Rappang Desa Wattang Sawitto Kec. Baranti Kab, Sidrap. Setelah dilakukan penggalian yang disaksikan AR, di temukan 7 (tujuh) bungkus plastic bening ukuran 18×20 berisi Kristal bening Narkotika Shabu dalam bungkusan kantongan plastic, sehinga Polisi mengamankan barang bukti tersebut,” tambah Kapolda Sulsel.

“Ada dua orang bandar di Malaysia dan salah satunya warga Filipina. Mereka tak lagi menggunakan jalur Pelabuhan Pare-Pare karena jalur ini sekarang sudah melakukan penjagaan dengan ketat yang menggunakan jalur Palu dan kemudian membawa masuk ke Sulsel dengan jalur darat, tutup Kapolda Sulsel.

Akibat perbuatannya, kini pelaku tersebut dijerat dengan pasal 114 ayat 2 atau pasal 112 ayat 2, dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup atau penjara penjara paling pendek 6 tahun dan paling lama 20 tahun.

(sm/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password