Polda Sulut Deteksi Tersangka Narkoba Derita AIDS

Tribratanews.polri.go.id Manado. Kejahatan narkoba di wilayah Sulawesi Utara makin masif. Meski Direktorat Reserse Anti Narkoba Polda Sulut sudah banyak menangkap para pelaku. Namun efek jera bagi sebagian oknum seakan belum terlalu berdampak.

Bukan tanpa alasan. Baru awal tahun 2019 (Januari-Maret) sudah 9 kasus diungkap penyidik. Dengan jumlah tersangka 17 orang. Mirisnya lagi, Polda Sulut mendapati ada dua tersangka narkoba positif mengidap Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS).

“Jadi pada saat penangkapan terhadap para tersangka, sebelumnya kan untuk melakukan penahanan dan juga assessment, ada proses pemeriksaan kesehatan. Dari situlah (periksa kesehatan), diketahui para tersangka menderita AIDS,” jelas Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol. Ibrahim Tompo.

Kondisi kesehatan tersangka tersebut, lanjut Tompo dikhawatirkan menimbulkan permasalahan baru. Karena jenis penyakit AIDS cukup rawan bagi orang/tahanan lain. “Untuk penanganan ke depan, para tersangka akan diperlakukan sesuai dengan kondisi penyakit yang dideritanya,” tegas Kombes Pol. Ibrahim Tompo

Kabid Humas Polda Sulut menambahkan, pihaknya sangat prihatin dengan kondisi ini. Pasalnya, ada pemakai narkoba dan penyakit AIDS yang diderita oleh tersangkanya, dan sudah ada di Manado. Sehingga hal ini perlu diwaspadai oleh masyarakat.

“Sepertinya mereka membuat suatu group atau komunitas. Ini kan cukup rawan, apabila memang ada yang bisa tergabung ke sana (group) dan juga pemakai narkoba, kemungkinan besar penderita maupun korban akan bertambah banyak,” ungkapnya. “Untuk itulah kami mengajak masyarakat untuk menghindari peredaran serta penyalahgunaan narkoba karena dampaknya sangat berbahaya bagi kehidupan,” tutur mantan Wadir Reskrimum Polda Maluku Utara.

Diketahui, barang haram narkoba kini telah menjadi salah satu ‘mesin pembunuh’ karir generasi muda dan masyarakat umum. Walau sudah berulang kali diperingatkan, tapi masih ada warga terlibat dengan barang haram ini.

Bahkan data dari Polda Sulut, kejahatan narkoba dua tahun terakhir meningkat. Direktorat Anti Narkoba Polda Sulut mencatat, tahun 2017 ada 121 perkara. Sementara tahun lalu naik menjadi 236 kasus. Selama pengungkapan Ditnarkoba banyak menangkap ratusan tersangka. “Jumlah tersangka yang ditangkap 246 orang,” terang Kombes Pol. Ibrahim Tompo.

Dengan barang bukti yang berhasil diamankan narkotika jenis ganja 990,73 gram, sabu-sabu 1.058,07 gram, tembakau gorilla 13,69 gram, psikotropika jenis alprazolam 375 butir, obat keras 30.706 butir.

Ada juga bahan berbahaya captikus 14.390 liter, minuman beralkohol berbagai merk 2.767 botol, kosmetik 142 kardus berbagai merk, miras oplosan 43 botol, mie mengandung borax 42 kg, kokain 1.014, 82 kg, LSD 3 blot dan PCC 6.311 butir.

“Aparat tidak pilih-pilih terkait pemberantasan narkoba. Kami tidak pandang bulu dalam memberantas. Polisi pun akan kami tangkap jika terbukti terlibat,” tutup Kabid Humas Polda Sulut.

(ym/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password