Kapolda Papua Hadir Dalam Doa Bersama Umat Beragama

Tribratanews.polri.go.id – Papua.  Polda Papua, Bertempat di Meeting room Cyclop hotel Sahid Papua Distrik Jayapura Selatan telah di laksanakan doa dan puasa bersama umat beragama untuk pemilihan Legislatif dan Presiden tahun 2019 yang aman, damai, bermartabat dan sukses di Provinsi Papua yang di kordinir oleh Ketua FKUB Provinsi Papua Pdt. Lipius Biniluk Serta, senin(11/3/19) pukul 17.30 WIT.

Turut hadir, Wakil Gubernur Provinsi Papua Klementinal, SE, MM, Kapolda Papua Irjen Pol Drs. Martuani sormin M.Si, Wakapolda Papua Brigjen Pol Drs. Yakobus Marjuki, Kepala Kanwil Agama Provinsi Papua Amsal Yowei, S.PAK. M.Pd.K, Kepala Biro Kesra Provinsi Papua Naftalis Yogi, Irutben Itdam kodam XVII Cendrawasih Kolonel Inf Priandy Budipurnawan, Kasubdis Bintal Lantamal X Mayor Laut Andi Roni (KH), Ketua KPU Prov. Papua Theodorus Kosay, Ketua PGGP Pdt. Mpa. Mauri, S.Th, Ketua MUI Provinsi Papua Ust. Saiful Islam Al Payage, Para Tokoh Agama.

Ketua FKUB Provinsi Papua Pdt. Lipius Biniluk yang intinya, Dalam penyelenggaraan doa dan puasa ini penyelengara pemilu yaitu KPU dan Bawaslu Provinsi Papua tidak hadir namun pada doa puasa yang akan di selenggarakan tanggal 11 April 2019 harapan saya agar mereka bisa hadir. Doa dan puasa ini sangat penting, semua agama dengan berdoa Tuhan pasti mendengar doa dengan doa dan puasa, karena doa berbicara dengan Tuhan sedangkan Puasa untuk menaham hawa nafsu, setiap tanggal 11 kita akan melaksanakan doa dan puasa Pada bulan April adalah Kapolda Papua, bulan Mei Kepala Kanwil Agama Provinsi Papua akan menjadi tuan rumah dan pada bulan Juni Pangdam XVII Cenderawasih akan menjadi tuan rumah.

“Saya berdoa beharap agar FKUB bisa mempunyai gedung sendiri untuk tempat doa dan puasa untuk FKUB, harapan saya juga agar para tokoh agama agar memperhatikan setiap penceramah di tempat ibadah agar saat tidak memberikan khotbah faham – faham yamg salah, tokoh agama juga harus mengajar jemaatnya untuk menjaga kerukunan umat beragama di lingkungan tempat tingalnya masing – masing dan mendoakan agar pada pemilihan Presiden dan Legislatif dapat berjalan dengan aman dan damai,”ujar Ketua FKUB Provinsi Papua.

Kapolda Papua Drs. Irjen Pol Martuani Sormin M.Si juga menyampaikan, persoalan yang terjadi di Koya Barat, satu hal yang membuat saya sangat surprise adalah bahwa para tokoh-tokoh agama dari Kristen protestan, Katolik maupun dari muslim dan gerakan yang tokoh agama lain  serta FKUB mendukung apa yang dilakukan oleh Polda Papua dalam penangan masalah yang terjadi di koya barat sehinga langsung kami melakukan pertemuan di kantor Walikota Jayapura dan saya jelaskan kronologis kejadian tersebut dan Polda Papua tidak ada keraguan dalam penegakan hukum terkait permasalahan tersebut.

“Mungkin ada sebagian orang yang marah ketika saya berbicara di media bahwa yang terjadi adalah kriminal murni ini saya lakukan untuk mengecilkan masalah coba bayangkan kalau saya berbicara ini konflik agama pasti semua akan lari, saat itu saya langsung ke Kabupaten Keerom bertemu dengan Bupati Keerom dan ketua Klasis Keerom beserta Forkopimda keerom agar mereka tidak boleh ada campur tangan untuk penanganan pondok pesantren di arso 14, dan untuk penanganannya di serahkan pada Polres Keerom,”ujar Kapolda Papua.

Lanjut Kapolda, Kerukunan umat beragama di Papua sangat baik, banyak yang bertanya – tanya kenapa Jafar Umar Thalib kami bawa ke rumah sakit, perlu saya jelaskan bahwa Jafar Umar Thalib itu sakit jantung, prostat dan asam urat nya 10 jadi saya pastikan bahwa Jafar Umar Thalib tidak bisa berjalan, melalui forum ini saya perlu sampaikan bahwa apa yang dilakukan oleh Polda Papua itu sudah sesuai dengan prosedur terhadap penahanan.

“Saya telah menyampaikan kepada Ketua FKUB Pdt Lipiyus Biniluk, Ketua MUI Provinsi Papua Ustd. Saiful Islam Al Payage dan Taha Al Hamid nanti kita akan bertemu dengan Kapolri di Jakarta,”tambah Kapolda Papua.

“Menanggapi masalah hoax untuk menimbulkan konflik antar umat beragama harus kita lawan bersama dengan kami pihak kepolisian agar kita bisa melacak siapa yang sebenarnya yang menyebarkan berita hoax sehinga bisa menimbulkan perpecahan,”terang Kapolda Papua.

Kapolda juga menegaskan bahwa tentang kesiapan untuk menyambut Pileg dan Pilpres bahwa, kami Kepolisian/TNI untuk pengaman pileg dan pilpres sudah cukup siap dan pada tanggal 20 Maret kami akan apel kesiapan pengamanan yang melibatkan semua pihak, Yang menjadi permasalahan saat ini adalah pendukung antar calon dan partai, masalah Komisioner dari 7 Kabupaten yang belum terpilih dan kami sudah sampaikan kepada Ketua KPU agar segera diselesaikan, Kami mohon kepada bapak – bapak tokoh tokoh agama agar bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk menahan diri dalam Pileg.

Disamping itu Wakil Gubernur Provinsi Papua Klementinal, SE, MM, juga menyampaikan, apa yang kita lakukan saat ini sangat baik karena dalam konteks rohani maka kita harap dapat berjalan dengan baik, forum kerukunan beragama sangat baik sehinga tidak apa yang kita lakukan doa dan puasa adalah untuk bergumul kepada Tuhan sesusai dengan situasi di daerahnya masing – masing dalam menghadapi permasalahan dan dinamika yang ada.

Tambah Wakil Gubernur itu, Demokrasi Pancasila harus kita jaga seutuhnya di Provinsi Papua, dan apa yang di sampaikan kapolda itu semua sangat baik dan pemerintah Provinsi Papua siap mendukung segala sesuatu yang di lakukan oleh Polda Papua untuk menjaga keamanan dan stabilitas di Provinsi Papua.

“Kami Pemerintah Provinsi Papua setuju dengan kerukunan umat beragama, karena demokrasi yang berdasarkan Pancasila hanya ada di Provinsi Papua,”terang Wakil Gubernur.

Diakhir kegiatan semua di ajak untuk menyanyikan lagu tanah Papua dan doa yang di pimpin oleh Ketua PGGP Pdt. Mpa. Mauri, S.Th.

(js/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password