Polisi Gelar Rekon Pengeroyokan Santri Ponpes Nurul Ikhlas

 

Tribratanews.polri.go.id – Padang Panjang. Satreskrim Polres Padang Panjang menggelar Rekonstruksi (rekon) terkait kasus pengeroyokan yang mengakibatkan seorang santri berinisial RA (16) meninggal dunia di Pondok Pesantren Modern (PPM) Nurul Ikhlas, Kabupaten Tanah Datar, Rabu (6/3).

 

Rekonstruksi terhadap kasus pengeroyokan yang dilakukan oleh 17 orang santri ini digelar tertutup dan dijaga ketat oleh personel Polres Padang Panjang yang terpusat di Asrama Musa pondok pesantren tersebut.

 

Kasat Reskrim Polres Padang Panjang, Iptu Kalbert Jonaidi mengatakan, rekonstruksi merupakan salah satu langkah dalam proses penyidikan.

 

“Semoga hasil rekonstruksi nantinya dapat membantu kami dalam menuntaskan kasus pengeroyokan ini,” kata Iptu Kalbert.

 

Diketahui ke-17 santri yang diduga terlibat dalam pengeroyokan terhadap RA ditetapkan sebagai anak pelaku, yang merupakan sebutan khusus bagi tersangka berstatus anak-anak di bawah umur. Mereka dijerat Pasal 80 ayat 1, 2 jo Pasal 76 C UUPA. Karena anak pelaku tergolong di bawah umur, tidak bisa melakukan penahanan.

 

“Kami amankan sepasang sepatu bot dan potongan gagang sapu sebagai alat bukti. Sementara itu, terkait berpulangnya RA, kami akan segera koordinasi pihak kejaksaan untuk proses hukum lebih lanjut,” jelas Kanit Resum Polres Padang Panjang, Ipda Awal Rama.

 

(rj/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password