Jelang Tahap Inti Pemilu, Satgas Antiterorisme dan Radikalisme Lakukan Preventif Strike

Tribratanews.polri.go.id-Jakarta. Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol Dr. Dedi Prasetyo, M.Hum., M.Si., M.M. mengatakan dalam rangka meminimalisir segala bentuk ancaman, terutama terorisme, Satgas Antiterorisme dan Radikalisme Polda Jajaran didukung oleh Densus 88 Antiteror melakukan preventif strike jelang tahapan inti Pemilu 2019, Senin (11/03/19).

Dalam dua hari terakhir satgas melakukan penangkapan terhadap dua terduga teroris di Lampung dan Kalimantan Barat.

“Dalam dua hari ini dari Satgas Antiterorisme dan radikalisme Polda di-back up oleh Densus 88 melakukan preventif strike sesuai UU No 5 tahun 2018, yaitu upaya-upaya yang dilakukan oleh Polri dalam rangka memitigasi dan meminimalisir segala bentuk potensi ancaman terorisme yang dapat mungkin terjadi pada tahapan inti dari Pemilu,” jelas Karo Penmas Divhumas Polri, di Mabes Polri, Senin (11/3/2019).

Karo Penmas menjelaskan upaya ini dilakukan oleh Korps Bhayangkara agar kontestasi politik tidak dikacaukan oleh aksi amaliyah dari para terduga teroris. Hal itu terbukti dari penangkapan kedua terduga teroris yang ditemukan sejumlah bahan untuk membuat bom. Selain itu salah satu terduga pelaku mengaku kepada orang tuanya akan melakukan aksi amaliyah yang menyasar aparat kepolisian.

Apalagi jelang tahapan inti pemilu, Jenderal Bintang Satu itu mengatakan sekira 2/3 personel Polri akan terfokus untuk mengamankan pemilu.

“Ini betul-betul dalam rangka memitigasi agar dalam kontestasi pemilu ini tidak dikacaukan oleh Kelompok mereka. Karena sebentar lagi sudah masuk tahapan inti pemilu,” tegas mantan Wakapolda Kalteng tersebut.

“Karena 2/3 kekuatan kepolisian dibantu sama teman-teman TNI semuanya fokus dalam tahapan pemilu, khususnya ketika masuk masa tenang pada tanggal 13 hingga 18 April 2019. Selama kurang lebih enam hari itu semua anggota Polri dan TNI sudah inside, baik ke TPS maupun ke TPS-TPS yang ada di seluruh desa maupun kecamatan,” jelas mantan Wakapolda Kalteng tersebut.

Brigjen Pol. Dedi Prasetyo mengatakan terduga teroris pertama atas nama R alias Putra Suhada ditangkap di kediamannya di Lampung, pada hari Sabtu tanggal 9 Maret 2019, pukul 17.00 WIB.

“Hari Sabtu kemarin telah berhasil diamankan seorang terduga terorisme yang berada di Lampung, saudara R,” jelasnya.

Sehari berselang, Densus 88 mengamankan terduga teroris kedua yang bernama PK alias Salim Salyo di Kalimantan Barat, pada Minggu (10/3) pukul 15.15 WIB.

Berdasarkan informasi bahwa kedua terduga teroris ini diamankan karena memiliki rencana untuk melakukan amaliyah.

“Tersangka P diamankan di wilayah Kalbar. Sama Modus nya (seperti R), akan melakukan tindakan amaliyah. Sasarannya adalah aparat kepolisian,” tegasnya.

Pelaku R disebut akan melakukan amaliyah di Polda Lampung dan Jakarta. Bahkan R menyampaikan rencana tersebut kepada orangtuanya sendiri.

“Ia (R) sudah menyampaikan statementnya kepada orang tua akan melakukan amaliyah baik di Polda Lampung dan di Jakarta,” terang Karo Penmas.

(ng/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password