Misi Perdamaian PBB ke Sudan, Polri Berangkatkan 15 Polwan

Tribratanews.polri.go.id-Jakarta.  Sebanyak 55 Anggota Polri Dan 15 Polwan dari 140 anggota, yang tergabung dalam Kontingen Satgas Garuda Bhayangkara FPU 11, Jumat (8/3/19) Malam, diberangkatkan dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, dengan menggunakan pesawat milik PBB.

Suasana haru menyelimuti, saat keluarga melepas anggota Satgas Garuda, yang akan menjalankan tugas Negara, untuk melaksanakan misi perdamaian PBB atau United Nations Mission in Darfur (UNMID).

Anggota polri yang terpilih menjadi anggota kontingen Satgas Garuda Bhayangkara FPU 11, berkumpul di halaman pos polisi Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, untuk melakukan persiapan keberangkatan menuju Sudan.

Polri memberangkatkan 70 anggota Satgas Garuda, dari total yang akan di berangkatkan sebanyak 140 anggota, yang akan diberangkatkan dalam dua gelombang.

Dari 70 anggota polri, 15 di antaranya Polisi Wanita, yang nantinya akan membantu para korban konflik, yang kebanyakan wanita, anak anak dan kelompok minoritas,

Sementara itu, menurut Komandan Kontingen FPU 11, AKBP Henzly M, kontingen akan bertugas selama 12 bulan, namun jika dibutuhkan, dapat diperpanjang maksimal 6 bulan.

Anggota kontingen yang diberangkatkan kali ini, berasal dari berbagai kesatuan, dan pada tahun 2019 ini, baru pertama kali kontingen Satgas Garuda mengikut sertakan Polisi Wanita sebanyak 15 personil.

Keberangkatan Kontingen Satgas Garuda FPU 11, adalah sebagai pengganti tugas dari Satgas Garuda FPU 10, yang akan mengakhiri masa tugasnya di Sudan.

Sebelumnya, Polri menggelar apel pelepasan kontingen Satgas Garuda Bhayangkara ke Golo, Sudan, Afrika, yang akan ikut dalam misi perdamaian PBB, pada Jumat (8/3/2019) sore.

Apel yang dipimpin Kadiv Hubungan Internasional Polri, Irjen. Pol. Drs. H. Saiful Maltha, S.H., M.Si., digelar di Pusat Latihan Multifungsi Polri, Cikeas, Bogor, yang turut dihadiri Kepala Biro Misi Internasional Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri, Brigjen Pol. Krishna Murti.

“Saya ingin mengingatkan bahwasanya pelaksanaan tugas yang dibebankan kepada anggota Polri sebagaimana yang diamanatkan UUD RI 1945, di mana disebutkan warga wajib menjaga perdamaian dan ketertiban dunia, oleh karena itu salah satu wujud pelaksanaan perdamaian dunia adalah pengiriman personil Polri. Yang dalam hal ini dilakukan Polri yang sampai saat ini kita sudah berangkatkan 10 kontingen dan kontingen yang berangkat ini kontingen 11,” jelas Irjen Pol. Saiful Maltha dalam amanatnya.

Irjen Pol. Saiful mengingatkan kontingen 1 sampai 10 sebelumnya selalu mendapatkan predikat terbaik di berbagai misi PBB, meski dengan segala kekurangan dan kelemahan, tetapi bisa menunjukkan di dunia Internasional bahwa, kontingen Polri lebih baik dari kontingen lain.
Karena itu, Irjen Pol. Saiful menekankan tidak ingin ada cela dan tak terpuji, saat menjalankan tugas nanti, apalagi, para personel yang ditugaskan, telah dilatih selama setahun.

“Khususnya kepada komandan kontingen, saudara akan memimpin 140 personil yang bersama-sama saudara melakukan misi nanti. Tolong diperhatikan ketentuan yang berlaku. Saya tidak mau, ada cacat cela di sana, ketika hampir satu tahun saudara-saudara dididik, dilatih, di sini, yang melakukan hal-hal yang kurang terpuji dimisi nanti. Ini perlu diperhatikan,” tegas mantan Kapoltabes Bandar Lampung tersebut.

“Kita memang mengikuti gender issues, di mana PBB juga mengharapkan pada tahun-tahun berikutnya ada peningkatan pengiriman Polwan. Kita sudah melakukan itu, bahkan pada sampai hari ini kita sudah lebih dari 100 yang dikirimkan Polwan, yang nanti secara pelan-pelan kita akan menempatkan pada posisi 30% sebagaimana yang diharapkan PBB dan keinginan Bu Menlu sendiri dan Kapolri,” jelas mantan Analis Kebijakan Utama Bid Kamneg Baintelkam Polri tersebut.

(ng/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password