Penangkapan Bandar 37 Kg Sabu dan 85.000 Ekstasi, Rp 1 Miliar Disita Polisi

Tribratanews.polri.go.id-Pekan Baru. Direktorat Reserse Narkoba (Dirresnarkoba) Polda Riau melakukan penyitaan terhadap aset terduga bandar narkoba asal Kabupaten Bengkalis. Total aset yang disita berjumlah mencapai Rp 1 miliar, jumat (8/3/19).

Direktur Reserse Narkoba Polda Riau, Kombes Pol. Haryono mengatakan, aset yang disita itu milik bandar narkoba bernama Suci. Penyitaan itu dilakukan, karena pria berusia 35 tahun tersebut dikenakan Pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

“Sejumlah aset tersangka sudah kita sita. Ada mobil Pajero, Mazda, lahan di Bengkalis dan uang seratus tiga juta Rupiah. Estimasi nilainya sekitar satu miliar Rupiah,” ungkap Haryono.

Bandar Narkoba Suci merupakan salah satu dari tiga tersangka narkoba yang berhasil dibekuk jajaran Polda Riau dan Polres Probolinggo, Januari 2019 lalu. Sebelumnya, dia bekerja sebagai petugas Sipir Lapas Klas IIA di Bengkalis. Namun dia dipecat karena terlibat kasus narkoba.

Selain Suci, dua tersangka lain yang dibekuk saat itu adalah, MD dan MA. Dari penangkapan itu, Polda Riau menyita 37 kilogram sabu-sabu serta 85 ribu butir pil ekstasi. Total nilai tangkapan diperkirakan mencapai Rp 40 miliar lebih.

Kombes Pol Haryono menuturkan, Suci merupakan salah satu koordinator narkoba yang memiliki jaringan luas di Riau.

“Dia sebagai koordinator dan penggerak kaki tangannya di sana,” jelasnya.

Untuk itu, dalam perkara ini Polda Riau tidak hanya menjerat Suci dengan tindak pidana narkoba, melainkan juga dengan TPPU. Setelah upaya penangkapan beberapa waktu lalu, penyidik Ditresnarkoba Polda Riau segera melakukan penelusuran.

Hasilnya, dua unit mobil mewah Mitsubishi Pajero Sport dan Mazda 7 berhasil disita. Selain itu, sebidang tanah dengan luas 400 meter persegi di Bengkalis serta uang tunai Rp 103 juta turut diambil paksa untuk negara.

“Jadi nanti Suci ada dua berkas yang menjeratnya. Satu tindak pidana narkoba satu lagi TPPU,” sebutnya.

Sesuai rencana, Kombes Pol. Haryono menjelaskan akan melimpahkan berkas tindak pidana narkoba Suci dan kedua rekannya ke Kejaksaan Tinggi Riau pada awal pekan depan. Sementara untuk berkas TPPU, masih menunggu hasil audit resmi dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan.

“Senin akan limpahkan berkas narkoba untuk tahap I. Kemudian berkas TPPU menyusul karena masih menunggu Analisa keuangan dari PPATK,” tegas Direktur Reserse Narkoba Polda Riau.

(ng/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password