Polisi : Penanganan Perkara Tidak Hanya Menunggu Laporan Masyarakat Namun Kepolisian Bisa Menemukan Sendiri

Tribratanews.polri.go.id-Jakarta. Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Dr. Dedi Prasetyo, M.Hum., M.Si., M.M menyatakan, proses penanganan perkara pidana, tidak hanya diawali dengan laporan dari masyarakat. Pihak ke polisian bisa menemukan sendiri. Itu dinamakan dengan laporan model A, Kamis (7/3/19).

“Penangkapan aktivis Robertus Robet. Dasarnya laporan model A yaitu dibuat oleh anggota Polri yang mengetahui adanya tindak pidana,” tegas Karopenmas Divhumas Polri , Kamis (7/3/2019).

Karopenmas Divhumas Polri, mengatakan, polisi harus hadir ketika sudah ada indikasi yang mengganggu ketertiban umum. Oleh karenanya polisi secara proaktif membuat laporan polisi model A untuk dapat melakukan langkah-langkah penegakan hukum dan menjamin keamanan dan ketertiban masyarakat, baik yang ada di medsos dan yang ada dunia nyata.

“Kami berpegangan pada Undang-Undang nomor 2 tahun 2002. Dijelaskan, tugas kepolisian adalah menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Kemudian melindungi dan mengayomi serta memberikan pelayanan kepada masyarakat dan penegakan hukum,” jelas Brigjen Pol. Dr. Dedi Prasetyo.

Selanjutnya, Karopenmas menjelaskan, penyidik melakukan gelar perkara dan memeriksa sejumlah saksi ahli. Dalam kasus ini, penyidik telah memintai keterangan ahli pidana, dan ahli bahasa.

“Ahli bahasa dulu untuk mengkonstruksikan narasi-narasi yang disampaikan secara verbal oleh saudara R, itu masuk ke dalam unsur pelanggaran pidana, penghinaan. Kemudian saksi ahli hukum pidana untuk menguatkan konstruksi hukum pasal 207-nya. Sesuai dengan alat bukti yg dimiliki oleh penyidik,” tegas mantan Wakapolda Kalteng tersebut.
Karopenmas Divhumas Polri menjelaskan bahwa langkah-langkah yang dilakukan kepolisian sudah sesuai prosedur hingga pada akhirnya membawa R ke kantor kepolisian.

“Setelah itu dinyatakan cukup, dari hasil gelar perkara maka dari penyidik Direktorat Siber tadi malam mengambil langkah penegakan hukum, berupa mendatangi kediaman saudara R dan membawa saudara R ke kantor utk dimintai keterangan. Jadi itu prosesnya sampai dengan hari ini,” jelas Jenderal Bintang Satu tersebut mengakhiri.

(fn/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password