Kewenangan Penyidik Butuh Waktu 3X24 Jam Untuk Pastikan Status AA

Tribratanews.polri.go.id-Jakarta. Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Dr. Dedi Prasetyo, M.Hum., MSi., M.M. mengatakan kasus narkoba yang tengah menjerat Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat, AA, akan ditentukan dalam waktu 3X24 jam, Selasa (5/3/2019).

“Penyidik memiliki kewenangan 3X24 jam, yang bersangkutan adalah positif menggunakan methamphetamine, sesuai dengan hasil labfor,” jelas Brigjen Pol. Dedi Prasetyo di Kantor Divisi Humas Polri, Selasa (5/3/2019).

Dedi Prasetyo menjelaskan, dalam kasus narkoba, ada sejumlah regulasi atau aturan hukum yang bisa dijadikan referensi.

“Ada beberapa rujukan yang menjadi referensi hukum, pertama ada Undang-Undang (UU) 35 Tahun 2009 tentang Narkotika kemudian ada turunan regulasinya,” jelas Karopenmas Divhumas Polri.

“Ada PPnya, PP 25 Tahun 2011 tentang pelaksanaan wajib lapor bagi pecandu narkotika. Kemudian ada peraturan bersama antara Mahkamah Agung RI,” tegasnya.

Sebelumnya, polisi sedang mendalami asal-usul narkotika jenis sabu yang dikonsumsi Wasekjen Partai Demokrat AA di Hotel Menara Peninsula, Slipi, Jakarta Barat.

Namun dari hasil pemeriksaan awal belum ditemukan keterlibatan AA dalam kelompok atau sindikat narkotika. Hal ini dikatakan Kadiv Humas Mebes Polri Irjen Pol. Mohammad Iqbal, S.I.K., M.H. saat jumpa pers di Gedung Humas Polri, Jakarta Selatan, Senin (4/3/2019).

“Sampai saat ini, AA hanya sebatas pengguna namun pemeriksaan pendalaman scientific akan kami rampungkan secepatnya. Dari hasil pemeriksaan awal juga belum ditemukan keterlibatan AA dengan kelompok atau sindikat narkotika,” ungkap Kadiv Humas Polri.

(fn/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password