Polda Lampung Bahas Negatif Campaign-Black Campaign Pemilu 2019

Tribratanews.polri.go.idTanggamus. Polda Lampung menggelar dialog interaktif / talkshow mengangkat tema “Negative Campaign Or Black Campaign (Kampanye Hitam)” menuju Pemilu Aman, Damai dan Sejuk di Aula Islamic Center Kota Agung Kabupaten Tanggamus, Senin (04/03/19).

Talkshow menghadirkan Komisioner KPU Lampung Handi Mulyaningsih, Akademisi Unila Dr. Budiyono dan Karo Ops Polda Lampung, Kombes Pol Yosi Haryoso ini, digagas Polda Lampung bekerjasama dengan Stasiun TVRI Lampung.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolda Lampung Brigjen Pol. Drs. Teddy Minahasa, SH. S.Ik. Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto, S.Ik. MM. Wakil Bupati Tanggamus Hi. AM. Safii, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setdakab Pringsewu Andi Wijaya, ST. Kasdim 0424/TGM Mayor Inf. Suhada Erwin, Kajar Tanggamus David. P. Duarsa, SH. MH., Ketua PN, Kalapas Kota Agung, Perwakilan Kajari Pringsewu.

Acara ini juga diikuti ratusan peserta perwakilan, ormas keagamaan, OKP, Lembaga Profesi Wartawan, LSM, dan juga siswa sekolah sebagai generasi milenial calon pemilih pemula.

Dalam kesempatan itu Handi Mulyaningsih menegaskan, jaminan kenyamanan menjadi salah satu faktor penting dalam suksesnya pelaksanaan Pileg dan Pilpres 2019. Itu di luar jaminan keamanan.
“Utamanya kenyamanan bagi penyelenggara pemungutan suara di tingkat tempat pemungutan suara. Sebab, petugas yang ada sangat membutuhkan kenyamanan saat mereka mencatat dan menyalin perolehan hasil suara,” tutur Handi.

Sementara Karo Ops Polda Lampung, Kombes Pol. Yosi Haryoso berpendapat, negatif campaign, faktanya lebih menunjukkan pada adanya kekurangan yang dimiliki oleh seseorang.
“Kalau black campaign justru memiliki kecenderungan, tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya,” jelas Kombes Pol. Yosi Haryoso

“Saya tetap berkeyakinan, kalau di Tanggamus dan Pringsewu seduluran selawase,” sebutnya disambut tepuk tangan para peserta talk show.

Terakhir menurut Dr. Budiyono, bicara soal negative campaign (kampanye negatif), sebenarnya sudah dimulai oleh KPU sendiri.

“Dengan diumumkannya, rekam jejak bagi caleg yang pernah tersangkut hukum, ini merupakan bagian dari negative campaign,” ungkap Budiyono yang sekaligus pengamat politik dan hukum.
Menurut Budi, negative campaign lebih kepada masalah menyampaikan apa yang menjadi kelemahan yang dimiliki oleh calon.

“Tapi, kalau black campaign, merupakan sebuah tindakan menyampaikan informasi yang bohong. Dan jelas itu tidak boleh dilakukan,” tegasnya.

Pemilu 2019 ini, menurut dia, bukan pemecahan bangsa. Melainkan menjadi pemersatu bangsa. Untuk itu harus bisa dikelola dengan sebaik mungkin.

(ym/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password