Buat Ricuh dalam Acara Harlah NU di Tebing Tinggi, Polisi Tetapkan 11 Tersangka Anggota Ormas

Tribratanews.polri.go.id-Tebing Tinggi. Polres Tebing Tinggi menetapkan 11 orang anggota organisasi kemasyarakatan (Ormas) yang melakukan keributan di acara peringatan Hari Lahir Nahdlatul Ulama ( NU) di Lapangan Sri Mersing, Kota Tebing Tinggi, Sumut, Rabu (27/2/19), sebagai tersangka penghasutan. Para tersangka juga telah ditahan.

“Jadi hari ini sudah 11 orang yang ditetapkan sebagai tersangka dan akan dikeluarkan surat perintah penahanan yang akan disampaikan kepada masing-masing keluarga tersangka,” ungkap Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol. Tatan Dirsan Atmaja, Kamis (28/2/19).
Kesebelas tersangka yang ditahan masing-masing: MAH, S alias G, FS, AS, AR, SS, OQ, MA, AD, I, dan RPS. Tatan menyatakan seluruhnya adalah pengurus dan anggota salah satu ormas di Tebing Tinggi.
Para tersangka ini diamankan polisi, Rabu (27/2) siang. Polisi menyatakan mereka membuat keributan dan memprovokasi warga di acara tabligh akbar yang digelar Nahdlatul Ulama (NU) di Lapangan Sri Mersing, Tebing Tinggi.

“Sekitar pukul 11.44 WIB mereka masuk dan berteriak-teriak membubarkan. Kemudian ada kalimat sesat sambil mengacungkan tanda jari dua jari, dengan menggunakan baju hashtag #2019GantiPresiden,” jelas Kabid Humas Polda Sumut.
Para tersangka juga mengajak beberapa ibu yang sedang mengikuti pengajian untuk aksi demo di acara tersebut.

“Dan ibu-ibu menolak aksi tersebut, sehingga sempat terjadi kegaduhan. Sempat ada yang ditarik juga, sempat ada anggota juga yang didorong, sehingga dilakukan tindakan kepolisian untuk mengamankan,” jelas Kombes Pol. Tatan Dirsan Atmaja.
Awalnya, polisi mengamankan 9 orang dari lokasi. Namun 1 orang dikembalikan karena dinilai tidak terlibat langsung.

“Tadi malam, dari hasil pengembangan ada 3 orang lagi (yang diamankan). Mereka sudah ditetapkan sebagai tersangka dan hari ini dilakukan penahanan,” tegas Kombes Pol. Tatan Dirsan Atmaja.
Kombes Pol. Tatan Dirsan Atmaja menjelaskan, bahwa para tersangka dikenakan Pasal Pasal 160 subsider Pasal 175 jo Pasal 55, 56 KUHPidana. Pasal 160 adalah pasal penghasutan yang sudah diubah MK rumusannya menjadi delik materil. Sementara Pasal 175 mengatur ancaman terhadap perbuatan merintangi acara keagamaan.

Pasal 160 KUHP memuat ancaman pidana penjara paling lama 6 tahun atau denda paling banyak Rp 4.500. Pasal 175 KUHP memuat ancaman penjara paling lama 1 tahun 4 bulan.
Kasus ke-11 tersangka ini ditangani Polres Tebing Tinggi.
“Polda Sumut memback up dan terus memantau perkembangan situasinya,” sebut Kabid Humas Polda Sumut.

(fn/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password