Wakasatgas Nusantara Ajak Mahasiswa Perangi Hoax dalam Kuliah Kebangsaan

Tribratanews.polri.go.idBanten. Mahasiswa merupakan generasi muda dan penerus bangsa. Jadilah mahasiwa yang cerdas. Jadilah mahasiswa yang tidak termakan dengan berita-berita hoax.

Wakil Ketua Satuan Penugasan (Wakasatgas) Nusantara Brigjen Pol. Dr. Drs. Muhammad Fadil Imran M. Si saat memberikan Kuliah Kebangsaan pada ratusan mahasiswa di aula Lantai 8 Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT), Rabu (27/02/19) siang.

Acara tersebut dihadiri oleh 450 mahasiswa se-Tangerang Raya dan berkat kerjasama dengan Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) Pusat dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Tangerang

Karena itu mahasiswa perlu diberikan nilai-nilai kebangsaan yang benar agar tidak termakan berita-berita hoax apalagi tertanam secara terus menerus, karena seseorang akan bereaksi dengan apa yang ada didalam kepalanya.

“Kalau dirangsang ekonomi maka bereaksi ekonomi, kalau dia dirangsang politik maka akan bereaksi politik, begitu pula dengan kejahatan,” jelas Brigjen Pol. Dr. Drs. Muhammad Fadil Imran M. Si.

Jenderal bintang satu ini menjelaskan bahwa peran media sosial saat ini sangat berpengaruh, apalagi mendekati Pilpres 2019. Jangan sampai mahasiswa terjebak kedalam isu-isu yang tidak benar mengenai Pilpres kali ini.

Pihaknya juga menyebutkan kerawanan-kerawanan yang terjadi menjelang Pilpres kali ini adalah bukan hanya dengan penyebaran berita hoax namun juga ujaran kebencian dan fitnah. Maka dari itu, untuk menghindari terjadinya berita sepihak atau hoax, ia meminta agar mahasiswa tidak cepat terpercaya dan terpengaruh.

“Bukan hanya mahasiswa ya tapi untuk masyarakat umum kalau mendapatkan informasi itu disaring terlebih dahulu, tapi kalau kita terbiasa kita bisa cek sendiri kebenaran informasi tersebut. Seperti dilihat ini baik ngga sih sebenarnya? Yang kedua, ini benar ngga? Dan dilihat ada manfaatnya nggak? Gitu,” terang Wakasatgas Nusantara.

Brigjen Pol. Dr. Drs. Muhammad Fadil Imran M. Si menjelaskan media sosial yang paling banyak menjadi wadah penyebaran berita hoax adalah Facebook terlebih lagi sekarang juga menjamur ke media sosial WhatsApp. Selain itu, Polri juga bekerja sama dengan Bawaslu dan masing-masing Polres untuk mencegah berita-berita hoax yang muncul.

“Maka dari itu kan mahasiswa sebagai generasi yang beritelektual jangan sampai kita termakan berita-berota hoax harus bisa menyaring jangan dimakan mentah-mentah,” tutupnya.

(ym/sw/hy)

Admin Polri56598 Posts

tribratanews.polri.go.id "Portal Berita Resmi Polri : Obyektif - Dipercaya - Patisipatif"

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password