Polres Karawang Libatkan Ahli Bahasa Kaji Kasus Ujaran Kebencian

Tribratanews.polri.go.id, Karawang – Menindaklanjuti kasus ujaran kebencian dilakukan oleh 3 orang pelaku yang sudah diamankan, Polres Karawang akan mendatangkan ahli bahasa untuk mengkaji bahasa dalam video dugaan ujaran kebencian terhadap pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 yang viral di Medsos.

“Karena memang dalam video ini menggunakan bahasa sunda, kita akan mendatangkan saksi ahlinya. Untuk menerjemahkan,” kata Kapolres Karawang AKB Nuredy Irwansyah Putra, Rabu (27/2).

Selain saksi ahli bahasa Sunda, pihak kepolisian juga akan mendatangkan tim ahli pidana Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

“Kemudian juga adalah ahli pidana dan lainnya. Karena kita menggunakan undang-undang ITE akan mendatangkan ahli ITE,” ujarnya.
Sementara itu, ketika ditanyai kemungkinan adanya aktor intelektual dalam kasus itu, pihak kepolisian mengaku masih mendalami hal tersebut.

“Masih dalam tahap penyidikan,” ujarnya.

Kapolres Karawang menegaskan, atas kasus tersebut tiga pelaku tersebut terancam hukuman 10 tahun penjara.

Mereka akan dijerat dengan pasal alternatif yaitu Pasal 28 ayat 2 jo Pasal 45 a ayat 2, Pasal 14 atau Pasal 15 UU Informasi dan Transaksi Elektronik.

“Pasti ada pendampingan hukum karena ancaman 10 tahun. Jika tidak mampu, maka penyidik wajib menyediakan kuasa hukum,” terangnya.

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password