Polri Siapkan Personel untuk Bebaskan 2 WNI Sandera Abu Sayyaf di Filipina

Tribratanews.polri.go.id – Jakarta. Polri sudah menyiapkan personel terbaiknya untuk operasi penyelamatan dua warga negara Indonesia (WNI) yang disandera oleh kelompok teroris pimpinan Abu Sayyaf di Filipina.

“Kami mempersiapkan personel-personel yang sudah memiliki pengalaman, memiliki kompetensi, dan mengetahui sedikit-banyak situasi Filipina,” jelas Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen. Pol. Dr. Dedi Prasetyo, M.Hum., M.Si., M.M., Minggu, (24/02/19).

Meski begitu, Kepolisian masih menunggu keputusan Kementerian Luar Negeri sebagai leading sector dalam penanganan kasus ini.

“Apa yang dibutuhkan dalam negosiasi dengan penyandera akan diputuskan oleh Kemenlu,” jelas Karo Penmas.

Sejauh ini, Polri telah berkoordinasi dengan Kemenlu, KBRI di Filipina, TNI, hingga kepolisian setempat. Dalam operasi ini, keselamatan sandera adalah yang utama.

Sebelumnya, beredar video yang memperlihatkan dua pria, yang diduga warga negara Indonesia, tak berdaya ditodong dengan golok. Belakangan diketahui kedua orang di video itu berasal dari Wakatobi, Sulawesi Tenggara, Hariadin dan Heri Ardiasyah.

Keduanya tidak berpakaian dan matanya ditutupi dengan kain hitam. Di sekeliling dua pria itu tampak sejumlah orang bertopeng yang membawa senjata diduga kelompok teroris pimpinan Abu Sayyaf di Filipina.

Penyanderaan terhadap dua WNI diketahui melalui video yang viral di Facebóok sejak kemarin. Dalam video yang berdurasi 30 detik itu, korban yang disandera meminta perhatian dari Pemerintah Indonesia, khususnya presiden untuk segera membebaskan mereka. Abu Sayyaf meminta tebusan sebesar Rp10 miliar kepada Pemerintah Indonesia untuk membebaskan kedua korban.

(my/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password