Pembebasan WNI Asal Wakatobi yang Disandera Abu Sayyaf, Polri Kedepankan Langkah Persuasif

Tribratanews.polri.go.id – Jakarta. Polri menjelaskan upaya pembebasan dua warga negara Indonesia (WNI) asal Wakatobi, Sulawesi Tenggara, yang diculik oleh kelompok teroris Abu Sayyaf dilakukan dengan cara negosiasi. Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) menjadi leading sector dalam upaya pembebasan ini.

“Sebenarnya ini yang bisa menjelaskan yaitu Humas Kemenlu. Dia sebagai leading sector. Dari Kemenlu, KBRI, bekerja sama dengan pemerintah Filipina melakukan negosiasi ke kelompok tersebut,” jelas Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen. Pol. Dr. Dedi Prasetyo, M.Hum., M.Si., M.M., di Mabes Polri, Kamis (21/2/19).

Karo Penmas menjelaskan, dalam menangani penculikan WNI oleh kelompok radikal di luar negeri, Kemenlu biasanya berkoordinasi lintas instansi, seperti TNI-Polri dan Badan Intelijen Negara (BIN). Dia juga menambahkan pemerintah akan mengambil langkah humanis dan persuasif.

“Dari Kemenlu akan mengundang Polri, TNI, BIN dalam rangka mengedepankan langkah-langkah diplomasi secara humanis, persuasif, menyelamatkan WNI dari sekapan Abu Sayyaf,” jelas Jenderal Bintang Satu tersebut.

Diketahui sebelumnya, WNI atas nama Hariadin dan Heri masih dalam penyanderaan. Mereka adalah warga Dusun La Bantea, Desa Kalimas, Kecamatan Kaledupa, Kabupaten Wakatobi.

Kelompok Abu Sayyaf meminta tebusan sebesar Rp 10 miliar. Gubernur Sultra H. Ali Mazi, S.H., mengaku sudah mendapatkan kabar tersebut.

Gubernur mendapat kabar melalui video yang beredar di sosial media dengan durasi 30 detik. Kedua korban diduga telah disandera sejak Desember 2018 silam.

(my/sw/hy)        

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password