Perayaan Cap Go Meh di Singkawang Mendunia, Wisatawan Berbagai Negara Berdatangan

Tribratanews.polri.go.id, Singkawang – Kota Pontianak dan Singkawang, menjadi trending topik di jagat maya karena menjadi pusat perayaan Cap Go Meh 2019. Guna memberikan rasa nyaman, aman dan damai, jajaran Kepolisian Daerah Kalimantan Barat mengerahkan personel di dua kota itu.
Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Inspektur Jenderal Polisi Drs. Didi Haryono, SH. MH. menjelaskan, bahwa sistem pengamanan perayaan puncak Cap Go Meh yang digelar di Kota Singkawang dan Kota Pontianak, hari Selasa (18/2) ini sukses dan lancar.

“Pengerahan personel di kedua kota itu, dikemas dalam Operasi Liong Kapuas 2019 dengan porsi Back-up Polda Kalbar untuk dua wilayah perioritas, yakni Kota Singkawang dan Kota Pontianak,” ujar Kapolda Inspektur Jenderal Polisi Drs. Didi Haryono, SH, MH.

Kapolda Kalbar merinci, pengamanan di Kota Singkawang dikerahkan seribu lebih personel Polri, TNI, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, FKPPI, BPKS, Pemuda Pancasila, dan Sat-Pol PP, dan didukung dengan peralatan lengkap kendaraan taktis Brimob, Ditreskrimum dan Sabhara serta mobil Deteksi Pam-Obvit yang di tempatkan di lokasi-lokasi strategis dan lainnya.

“perayaan CGM bejalan aman, sebagai bukti kesiapannya baik. Personel dicek hari senin kemarin oleh Kepala Biro Operasi Polda Kalbar, Kombes Pol Jayadi dan pelaksanaan CGM tadi dipimpin oleh Kapolres Singkawang AKBP Raymond M Masengi,” ungkapnya.

Perayaan Cap Go Meh di Kota Singkawang, dimeriahkan dengan upacara pembukaan berbagai tarian Nusantara dan pelepasan pawai 12 Naga dan pawai Tatung lebih dari 1.050 peserta. Acara itu dihadiri oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI Yasonna Hamonangan Laoly SH., MSc., Ph.D dan Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Dr Ir Arief Yahya M.Sc, serta tamu dari negara-negara perwakilan.

Disela kegiatan itu, di panggung kehormatan dilakukan pelepasan balon Millennial Road Safety Festival yang di pimpin oleh Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Drs. Didi Haryono, SH, MH.

Sementara itu, perayaan Cap Go Meh di Kota Pontianak dimeriahkan dengan Panggung Pekan Promosi dan Kuliner yang dimeriahkan Pawai Atraksi Naga bersinar yang dipusatkan di Jalan Diponegoro Pontianak yang pengamanan semuanya sama, Polresta Pontianak Kota di backup oleh Polda Kalimantan Barat.

Dalam acara tersebut, Forkopimda turut hadir langsung di tengah-tengah masyarakat Kota Singkawang memberikan rasa aman dalam pelaksanaan Perayaan CGM sekaligus memantau wilayah lain yang turut merayakan, yakni Kota Pontianak, Kabupaten Sambas, Bengkayang, Mempawah, Sintang dan beberapa tempat di Kalimantan Barat.

“Pengamanan CGM juga diperkuat oleh Polisi Wanita (Polwan), mereka juga ambil bagian pada upacara pembukaan. Dan di tempatkan sebagai pengawal terdepan yang mengiringi pawai tatung, selain itu ada kelompok Polwan lainnya bertugas menjadi among tamu VVIP,” ucap Inspektur Jenderal Polisi Drs. Didi Haryono, SH, MH.

“Terima kasih kepada Bapak Menteri, Forkopimda, personel TNI/Polri, stake holder dan seluruh elemen masyarakat Kalbar yang telah bersama-sama mensukseskan pengamanan Perayaan Cap Go Meh 2019,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Walikota Singkawang, Tjhai Chui Mie dalam sambutannya menyampaikan bahwa Cap Go Meh mulai tahun 2019 sudah menjadi event nasional / Wonderful Indonesia 2019, artinya kementrian kebudayaan dan pariwisata telah memasukkan CGM menjadi 100 of event tahun 2020.

Cap Go Meh menjadi daya magnet untuk Kota Singkawang. Itu terlihat dari ramai pengunjung yang datang dari berbagai negara itu menjadi peluang multi player efek.

“Prestasi, Kota Singkawang sebagai kota tertoleran nomor satu se- Indonesia. Sebagai kota wisata, Rasa aman nyaman dan tenteram agar investor hadir di Kota Singkawang ditindaklanjuti dengan pemancangan tiang pertama bandara Kota Singkawang oleh Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Budi Karya Sumadi,” kata Tjhai Chui Mie.

Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Dr Ir Arief Yahya M.Sc, menilai Kota Singkawang akan menjadi destinasi wisata dunia, namun harus memenuhi tiga kriteria. Berikut adalah tiga kriteria yang harus terpenuhi:
1. Mampu menampilkan atraksi kelas dunia. Festival CGM sudah mendapat beberapa penghargaan untuk nasional harus menjadi kelas dunia menjadi unesvo horeasted, tarian bagus, harus dibantu coreografer nasional, musicnya nasional.
2. Akses ketempat wisata tidak boleh lebih dari 3 jam (di atas itu turis tidak mau). Bangun Tol Pontianak – Singkawang 150 kilometer 15 triliun atau membangun bandara lebih murah 1,3 triliun (skema kemitraan dan HKGU) harus mengambil dari ritem industri di kawasan pariwisata
3. Membuat kawasan ekonomi khusus pariwisata, membangun infrastuktur pariwisata Kota Singkawang boleh mengusulkan 300-1000 hektare. (La/Sw/Hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password