Setubuhi Gadis Dibawah Umur, Pemuda Asal Barabai Kalsel Dipolisikan

Tribratanews.polri.go.id, Barabai – Karena nikmat sesaat RS (27) warga Pudak Desa Pandanu RT. 004/002 Kec. Haruyan Kab. Hulu Sungai Tengah harus mempertanggungjawabkan atas perbuatannya. Pasalnya pelaku nekat menyetubuhi anak dibawah umur.

Kasus tersebut dibenarkan Kapolres HST AKBP Sabana Atmojo, S.I.K., M.H., Minggu (17/2) pagi saat dikonfirmasi awak media.

“Pelaku sudah berhasil ditangkap oleh Buser Polres HST di rumah orangtuanya di Desa Waringin Kec. Labuan Amas Selatan Kab. Hulu Sungai Tengah, Jumat (15/2/2019) malam dan saat ini sudah ditahan di Mapolres HST untuk proses hukum lebih lanjut,” ungkapnya.

Dijelaskan Kapolres, perbuatan tersebut bermula saat korban berinisial M baru menginjak usia 15 tahun dan disetubuhi pelaku berulang kali. Namun kejadian tersebut baru terungkap saat korban bercerita kepada ibunya atas perbuatan pelaku terhadap dirinya.

Kronologis kejadiannya bermula saat korban bersama temannya sedang jalan – jalan ke Pasar Barabai pada November 2018 lalu. Tidak lama kemudian pacar korban yakni pelaku menjemput korban dan membawanya ke rumah pelaku di Pudak Desa Pandanu Kec.Haruyan. Dirumah tersebutlah pelaku bersama korban melakukan hubungan badan. Setelah puas menyalurkan nafsu bejatnya, pelaku mengantar korban untuk menemui teman korban.

Keesokan harinya pada pagi hari, korban dan temannya diajak oleh pelaku ke Desa Sungkai Kab. Banjar untuk dipekerjakan sebagai penunggu warung malam. Di warung tersebut, korban dan pelaku tinggal bersama dan sebuah kamar di warung itu juga pelaku dan korban melakukan hubungan badan beberapa kali.

Ada sesekali pelaku mengajak korban pulang ke rumah orangtua pelaku di desa Waringin Kec. Labuan Amas Selatan Kab. HST. Sewaktu menginap dirumah tersebut, pelaku dan korban melakukan hubungan badan. Setelah puas, pelaku baru memulangkan korban ke rumah orang tuanya, namun yang mengantar korban bukan pelaku melainkan orang lain.

Merasa cuma menjadi korban pelampiasan birahi pelaku dan tidak ada niat pelaku untuk memperistri korban, akhirnya korban menceritakan semua kejadian tersebut kepada orang tuanya. Karena tidak ada itikad baik dari pelaku, orangtua korban melaporkan pelaku dan menuntut pelaku dengan hukum yang berlaku.

“Pelaku dapat dikenakan dengan pasal 81  Ayat (2) Undang – Undang RI No. 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak yang acaman hukuman kurungannnya paling lama 15 tahun,” terang AKBP Sabana Atmojo.  (Mh/Sw/Hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password