Divisi Humas Polri Gelar Konference Pers Kasus Mafia Bola dan Mutilasi WNI

Tribratanews.polri.go.id, Jakarta – Divisi Humas Polri Mengelar konference Pers atas perkembangan kasus yang ditangani Satgas Mafia Bola, Sabtu (16/2) siang di lobi Divhumas Polri.

Mewakili Kadiv Humas, Karo Penmas Brigjen Pol Dr. Dedi Prasetyo, M.Hum., M.Si., M.M, didampingi oleh Kabag Penum KBP Drs. Syahardiantono, M.Si, memaparkan hasil kinerja Satgas anti mafia bola dihadapan awak media.

Diterangkan Brigjen Pol Dedi Prasetyo, Satgas Anti Mafia Bola secara resmi meningkatkan proses penyidikan yang dilakukan atas penetapan 3 tersangka atas nama M, MM alias MUS dan AG, ketiga 3 tersangka tersebut terkait dengan masalah kasus pengerusakan kemudian pencurian Barang Bukti (BB) di lokasi atau tempat yang menjadi sasaran penggeledahan dan penyitaan Satgas Anti Mafia Bola.

“Satgas Anti Mafia Bola menemukan ada tersangka baru lagi. 3 tersangka ini adalah sebagai pelaku. 3 pelaku itu memiliki aktor intelektual. Aktor intelektual itulah dalam pemeriksaan satgas menemukan saudara J atau Jokdri sudah ditetapkan sebagai tersangka dari hasil gelar perkara,” paparnya.

Setelah penetapan tersangka baru, satgas melakukan langkah hukum berikutnya. Yaitu melakukan penggeledahan.
“Kemarin sudah di lakukan penggeledahan di apartemen Taman Rasuna Tower 9 lt 18 hari Kamis malam. Dari penggeledahan ada 75 item bb yang berhasil disita oleh Satgas,” ungkap Brigjen Pol Dedi Prasetyo.

Lebihlanjut diterangkan Karo Penmas, dari 75 item tersebut dilakukan audit lalu assesment tambah menguatkan bukti bukti pendukung dalam rangka untuk menetapkan J sebagai tersangka dan sekaligus hari Jumat kemarin dari Satgas Anti Mafia Bola langsung melayangkan surat ke Dirjen Imigrasi untuk melakukan pencekalan terhadap J selama 20 hari ke depan dalam rangka untuk pemeriksaan.

Selanjutnya pada hari Jumat kemarin juga dari Satgas Anti Mafia Bola langsung melayangkan surat panggilan kepada saudara J untuk dimintai keterangan dengan status sebagai tersangka pada hari Senin besok.

“Senin kita akan memintai keterangan saudara J dengan status sudah sebagai tersangka. Nanti akan didalami terus oleh Satgas,” pungkasnya.

Hal ini dijelaskan Karo Penmas sebagai upaya kepolisian untuk membongkar peristiwa pidana match fixing dibeberapa pertandingan yang sudah dilaksanakan di Indonesia.

Di liga 3 dari Satgas Anti Mafia Bola sudah menetapkan beberapa tersangka, tidak hanya itu, Di liga 2 juga sudah menetapkan beberap tersangka jadi seluruhnya terkait kegiatan Satgas sudah ada 14 tersangka, kemudian 16 perkara sudah di pindahkan ke JPU kemudian 4 berkas perkara lanjutan masih dalam proses penyelesaian. Satu berkas juga masih dalam proses penyelesaian, tidak menutup kemungkinan tersangka lain akan bertambah.

“Yang jelas, komitmen Satgas akan melakukan pemberantasan terhadap match fixing ini sampai dengan tuntas baik di Liga 3, Liga 2, kemudian nanti akan ke liga 1. Selesai liga 1 tidak menutup kemungkinan pertandingan pertandingan berikutnya juga akan di lakukan investigasi oleh Satgas Anti Mafia Bola.” beber Brigjen Pol Dedi Prasetyo.

“Total keseluruhan ada 15 tersangka, 11 tersangka awal, ditambah 3 dan tambah Jokdri jadi 15,” ucapnya.

Satgas ini bekerja belum tuntas. Artinya nanti dari fakta fakta hukum itulah nanti bisa menjelaskan kenapa marak terjadi match fixing atau pengaturan score baik di Liga 3,2,1. Jadi Biarkan dari Satgas ini bekerja secara maksimal dan menuntaskan dulu pekerjaan sesuai dengan fakta hukum yang ditemukan oleh Satgas nanti akan di analisa setelah di analisa komperehensif baru kita bisa menjelaskan apa yang jadi benang merah di Liga 3,2,1 karena ada pola yang sama dan tentunya juga memiliki kekhasan masing masing apa yang di Liga 3,2,1 itu apa.

“Kita tidak berani mengandai-andai seperti itu. Satgas bertindak semuanya memiliki landasan dan fakta hukum yang sangat kuat dan kita tidak mau terburu-buru. Semua yang dilakukan Satgas ini berdasarkan analisa yang komprehensif dan kita selalu menekankan asas praduga tidak bersalah terhadap seseorang,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan Karo Penmas terkait kasus mutilasi WNI di Malaysia.

Untuk Munawaroh sementara masih menunggu hasil uji DNA yang dilakukan oleh Polisi Malaysa karena untuk DNA pembanding dari ayah biologis saudari Munawaroh sudah dihadirkan di Kula Lumpur itu perlu waktu 7-10 hari dari hari Kamis kemarin berarti.

7 hari ke depan nanti dari identitas Munawaroh akan disampaikan Polisi Malaysia karena apa karena beda dengan yang Nuryanto diketemukan sidik jarinya, telunjuk dan jari manis. Kalau yang Munawaroh itu body part yang ditemukan hanya tubuhnya saja, tangan tidak diketemukan sehingga tidak bisa ditemukan sidik jarinya, jalan satu satunya untuk identifikasi body part melalui uji sample DNA. (La/Sw/Hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password