Polisi Ungkap Pemalsuan BPKB dan STNK di Lamongan

Tribratanews.polri.go.id – Lamongan. Personel Polres Lamongan berhasil membongkar sindikat pemalsuan BPKB dan STNK yang beroperasi di wilayah lamongan. Tak hanya itu, mereka juga memalsukan nomor rangka dan mesin kendaraan bermotor.

 

Atas pengungkapan kasus tersebut, empat orang diamankan sedangkan dua orang lainnya masih diburu. Empat orang itu diantaranya ME (22) warga Benjeng, Gresik, A (45) warga Desa Jubel Kidul, Kecamatan Sugio, AR (40) warga Desa Wangunrejo, Kecamatan Lamongan dan G (35) warga Desa Kedali, Kecamatan Pucuk.

 

Dari pengungkapan tersebut, petugas mengamankan barang bukti berupa 3 unit mobil Toyota Avanza dengan nopol L 1892 ZH, Daihatsu Terios dengan nopol S 1121 YA dan Daihatsu Luxio dengan nopol A 1335 NM yang dilengkapi dengan BPKB dan STNK Palsu.

 

“Modus yang digunakan tersangka AR dengan menyiapkan buku BPKB dan BPKB tembus yang didapatkan dari Jakarta, untuk kemudian diserahkan ke M yang masih DPO untuk dibuat sebagai surat dan buku kendaraan yang ada di tangan M,” terang Kapolres Lamongan, AKBP Feby DP Hutagalung, Kamis (14/2).

 

Selanjutnya M memalsukan nomor rangka dan nomor mesin kendaraan bermotor untuk disesuaikan dengan surat dan buku kendaraan yang sudah ada. Oleh M, kendaraan ini diberikan kepada anaknya, ME untuk diserahkan kepada AR dan G untuk dicarikan pembeli.

 

“Treking atau penambalan nomor rangka dan mesin yang dilakukan sindikat ini terbilang rapi dan bersih, sehingga kami pun bekerja sama dengan Labfor untuk mencari tahu asal usul kendaraan,” jelas Kapolres Lamongan.

 

Dari hasil penyelidikan, mereka sudah 1 tahun beroperasi. Sekilas tidak ada yang beda antara surat-surat palsu dan asli karena menggunakan buku dan surat asli yang namanya dihapus dan diubah sesuai keinginan mereka.

 

Atas kasus tersebut, mereka dijerat Pasal 263 ayat (1) KUHP atau pasal 266 ayat (1) KUHP Junto pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP dan pasal 480 KUHP serta Pasal 263 KUHP dengan ancaman hukuman selama-lamanya 6 tahun dan pasal 266 KUHP dengan ancaman hukuman selama-lamanya 7 tahun dan pasal 480 diancam hukuman selama-lamanya 4 tahun penjara.

 

(rj/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password