Kapolri: Menjelang Pemilu 2019 Keamanan Jawa Barat Harus Dijaga dan Dirawat

Tribratanews.polri.go.id-Bandung. Kapolri Jenderal Polisi Prof. H. Muhammad Tito Karnavian, Ph.D., meminta situasi keamanan di Jawa Barat dijaga menjelang perhelatan Pileg dan Pilpres 2019. Tito menilai Jawa Barat menjadi salah satu wilayah yang memiliki jumlah pemilih terbanyak. Jumat (15/2/19).

“Jawa Barat merupakan penyumbang DPT (Daftar Pemilih Tetap) terbesar seluruh Indonesia. Kita harus jaga Jawa Barat. Indonesia dan Jawa Barat terus dijaga, kontestasi politik harus damai dan selesai dalam damai. Kita harus rawat dengan menciptakan upaya keamanan,” jelas Kapolri saat pidato dalam acara peresmian Masjid Al Amman di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung.

Dalam peresmian tersebut hadir sejumlah pejabat Mabes Polri, Kapolda Jabar Irjen. Pol. Agung Budi Maryoto dan jajarannya, Gubernur Jabar Ridwan Kamil dan sejumlah tokoh Jawa Barat.

Jenderal Pol. Tito Karnavian berharap proses pelaksanaan Pilpres dan Pileg di Jabar berjalan aman. Dia merujuk kepada Pilkada serentak di Jabar yang berlangsung kondusif.

“Tapi Jawa Barat alhamdulilah, semula diperkirakan panas, tapi aman dan damai. Dua kontestan di sini kang RK (Ridwan Kamil) dan kang Anton (Charliyan) lihat baik-baik saja berdua. Ini jadi modal bagi Jawa Barat pengamanan bagus di 2017 dan di 2018 aman, damai dan tenang,” jelas Guru Besar PTIK tersebut.

Dia menuturkan penyelenggaraan Pilpres dan Pileg merupakan suatu pesta demokrasi. Masyarakat perlu merayakan dengan suka- cita tanpa adanya sikap saling bersitegang.

“Kalau namanya pesta, bergembira, untuk memberikan hak politik dalam rangka menentukan wakil kita. Jadi harus pesta, bukan bertengkar, berantem apalagi kelahi, tidak. Ini harus dirawat Jawa Barat dan Indonesia sehingga muncul suasana pesta, bukan suasana menakutkan,” tegas Mantan Kepala BNPT tersebut.

Jenderal Pol. Tito Karnavian menyebut bahwa gejolak perlu untuk menghangatkan kondisi menjelang pesta demokrasi tersebut, Kapolri menganalogikan pelaksanaan pesta demokrasi seperti mobil. Sebuah mobil, perlu dihangatkan terlebih dahulu sebelum digunakan.

“Mesin harus hangat agar kita bisa menentukan pilihan yang tepat dengan kelebihan menjual program dan kita tahu juga sisi, pas memilih segala kelebihan dan kekurangan,” ungkap mantan Kapolda Metro Jaya tersebut.

“Tapi ingat, tidak boleh adalah black campaign, informasi bohong karena bisa menimbulkan tingkat emosional. Mobil demokrasi harus bergerak, tapi kita jaga jangan sampai panas berlebihan sampai meledak,” tegas Jenderal Bintang Empat tersebut menambahkan.

(ng/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password