Polda Sulsel Tingkatkan Kasus Dugaan Pemalsuan Surat Otentik ke Penyidikan

Tribratanews.polri.go.id – Makassar. Tim penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sulsel meningkatkan status tersangka kasus pidana dugaan pemalsuan surat otentik atau memberikan keterangan palsu atas surat otentik ke tahap penyidikan.

“Statusnya sudah penyidikan dan berkasnya sudah dikirim tahap 1 ke Kejaksaan,” jelas Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sulsel, Kombes Pol. Andi Indra Jaya via pesan singkat, Selasa (12/02/19).

Diketahui, kasus dugaan pemalsuan surat atau memberikan keterangan palsu yang dilaporkan Irawati Lauw tersebut berawal saat terlapor, Soewandy Kontaria bermohon upaya pengukuran pengembalian batas tanah miliknya yang terletak di Jalan Buru, Kelurahan Melayu, Kecamatan Wajo, Kota Makassar.

Dari surat permohonan pengukuran pengembalian batas tanah oleh Soewandy Kontaria tersebut, Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) kota Makassar lalu mengeluarkan surat rekomendasi resmi tertanggal 13 Juni 2016. Namun isi surat tersebut diduga palsu.

“Isi surat tersebut perihalnya untuk kepentingan penyelidikan, padahal surat permohonan pengembalian batas tanah tersebut sama sekali tidak pernah dimohonkan oleh Polisi. Malah sebaliknya surat tersebut dilaporkan secara pribadi oleh terlapor guna kepentingan pribadi, ” jelas Irawati melalui Penasehat Hukumnya, Jermias Rarsina.

Dengan adanya fakta tersebut, surat dokumen yang dimaksud tentunya dinilai tidak benar karena kewenangan penyelidikan itu hanya pada Polisi.

“Sementara Polisi tidak pernah mengeluarkan surat permohonan pengembalian batas untuk kepentingan penyelidikan. Jadi jelas surat dan isi keterangannya pun palsu atau tidak benar,” tutup Jermias Rarsina.

(ym/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password