Bertujuan ke Malaysia, 39 Pekerja Ilegal Digagalkan Polda Kepri

Tribratanews.polri.go.id – Batam. Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepri mengamankan 39 pekerja migran ilegal asal Indonesia yang akan dikirim ke Malaysia via jalur Singapura. Pengiriman pekerja migran gelap asal Indonesia itu dilakukan melalui Pelabuhan Feri Internasional Batam Centre, Batam, Kepulauan Riau, Rabu (6/2/19).

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol S Erlangga mengatakan, pengungkapan kasus itu berawal saat Ditreskrimsus Polda Kepri menerima informasi akan ada pengiriman puluhan pekerja migran Indonesia ke Malaysia. Setelah dikembangkan, proses pengiriman ini akhirnya dapat digagalkan. Informasi dari masyarakat langsung ditindaklanjuti Tim Subdit IV Ditreskrimsus. Dan, akhirnya berhasil menggagalkan upaya penyelundupan ini dan menyelamatkan 39 PMI (pekerja migran ilegal) tersebut.

Pekerja ilegal ini mayoritas berasal dari beberapa wilayah di Jawa Timur, termasuk Surabaya dan Lumajang. Selain itu, ada juga yang berasal dari Lombok, Sulawesi, dan Jawa Tengah. “Dari 39 PMI (pekerja migran ilegal), di antaranya 22 orang laki-laki dan 17 perempuan,” jelas Kabid Humas Polda Kepri.

Setiap calon pekerja ilegal dipungut ongkos Rp 5 juta hingga Rp 9 juta. Selain itu, jajaran Ditreskrimsus juga mengamankan 4 orang yang diduga terlibat dalam proses pengiriman pekerja ilegal. Polisi juga mengamankan tiga mobil yang dipakai untuk sarana transportasi pekerja ilegal, yakni dua unit minibus dan satu mobil Toyota Cayla.

Sementara untuk 4 orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka ini masing-masing bernama Alex (44), Efendi (42), Ahmadi Setiawan (36) dan Mawardi (42). “Keempatnya memiliki peran masing-masing, mulai dari yang merekrut hingga yang mengantar sampai ke lokasi kerja di Malaysia,” jelas Kombes Pol S Erlangga.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, pihak kepolisian juga mengamankan sejumlah barang bukti lain, di antaranya 17 buku paspor, 10 lembar tiket tujuan Singapura dan telepon seluler (ponsel) milik para tersangka serta uang tunai senilai Rp 12,3 juta yang masing-masing disita dari tersangka Alex (44) dan Efendi (42).

Sementara untuk 4 tersangka yang terlibat pengiriman, pihak Kepolisian akan menjerat mereka dengan Pasal 81 Jo Pasal 69 dan atau Pasal 83 Jo Pasal 68 dan atau Pasal 86 Jo Pasal 72 Huruf C UU RI Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia.

(fn/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password