Jembatan Emas Rusak Kapolda Babel Langsung Cek

Tribratanews.polri.go.id – Babel. Polda Kep. Babel, Bid Humas, Jembatan EMAS adalah jembatan dengan sistem hidrolis yang sudah 2 tahun dioperasikan di Babel, jembatan ini menjadi salah satu ikon Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.  Jembatan dengan teknologi Bascule atau sistem buka tutup sepanjang 785 meter dengan lebar 23 meter, diklaim menjadi satu-satunya di indonesia. Jembatan yang menelan dana APBD hingga 400 milliar rupiah ini, membentang di atas aliran sungai Pangkalbalam, menghubungkan wilayah kota Pangkalpinang dengan Kabupaten Bangka.

Teknologi bascule atau buka tutup yang pengerjaannya menggunakan konsultan ahli dari Inggris ini, memungkinkan akses kapal-kapal dengan tinggi lebih dari 13 meter tetap bisa melintas menuju ke Pelabuhan Pangkalbalam, yang merupakan pelabuhan kapal terbesar di Pangkalpinang.

Sayangnya, sejak tiga hari terakhir ini, Jembatan Emas mengalami kerusakan pada sistem hidrolik , sehingga jembatan tidak dapat terbuka. Akibatnya, sebanyak 6 kapal terdiri dari 2 kapal penumpang, 3 kapal kargo, dan satu kapal tanker tidak dapat merapat ke pelabuhan, dan 4 kapal lain yang berada di Pelabuhan, tidak dapat berlayar. Distribusi bahan pokok dan BBM mengalami ketersendatan. Pemerintah Daerah terus berupaya melakukan perbaikan, dan dijanjikan dalam waktu singkat jembatan dapat kembali berfungsi normal.

Menurut Kadis PUPR  Provinsi Bpk Noviar Ishak, kerusakan jembatan Emas terletak di sistim mekanis,  sehingga jembatan tidak bisa terangkat, pihaknya menjanjikan perbaikan akan dilakukan selesai malam  ini dengan dibantu oleh tenaga ahli dari pihak lain PT Timah dan teknisi dari Negara Thailand, ungkapnya

Sementara itu Kapolda, Brigjen Pol. Drs. Istiono bersama dengan sejumlah Pejabat Utama memantau langsung kondisi kerusakan Jembatan Emas, pada 7 februari 2019.  Dilokasi Kapolda mendapat keterangan dari Kepala Dinas PUPR terkait upaya pihaknya memperbaiki kerusakan jembatan. Kapolda mengaku risau kerusakan ini dapat menghambat distribusi bahan pokok dan BBM yang dapat mempengaruhi perekonomian masyarakat. Untuk itu Kapolda menyiapkan armada kapal dari Ditpolairud untuk membantu pengangkutan sembako menuju pelabuhan. Upaya yang sama dilakukan juga oleh Pertamina yang akan menggunakan kapal tongkang untuk mengangkut BBM dari kapal tanker yang tertahan di muara, tegasnya.

Dilain pihak KSOP Pangkalbalam Bpk H. Izuar mengatakan,  distribusi mengalami keterhambatan dikarenakan kapal yang mengangkut Sembako dan BBM tidak dapat melintas dan berlabuh di pelabuhan Pangkalbalam. Untuk itu pihak Pertamina telah menyiapkan kapal tongkang untuk mengangkut muatan minyak secara bertahap, hal ini senada dengan yang dikatakan Kapolda.

Berbagai upaya yang dilakukan Pemerintah diharapkan dapat memperlancar distribusi bahan pokok dan bbm, agar tidak terjadi kelangkaan barang di pasaran.

(js/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password