Komplotan WNA Asal Bulgaria Pelaku Skimming di Bali, Melawan Saat Ditangkap

Tribratanews.polri.go.id – Denpasar. Ditreskrimum Polda Bali kembali berhasil mengungkap Kasus Skimming di Bali pada Kamis (7/2/2019). Dengan jumlah tersangka 5 orang yang masing-masing merupakan warga negara asing asal Bulgaria. Polisi juga berhasil menyita uang yang diduga hasil skimming senilai Rp 788 juta.

Dirreskrimum Polda Bali, Kombes Pol. Andi Fairan, S.I.K., M.S.M., menjelaskan bahwa aksi yang dilakukan para tersangka biasanya dilakukan pada malam hari di tempat atm-atm yang jauh dari keramaian, dan umumnya tidak dijaga.

“Pencurian data nasabah secara elektronik ini sering dilakukan kelompok Bulgaria, yang saat ini dikenal sebagai kelompok yang sering melakukan kejahatan skimming,” jelas Dirreskrimum Polda Bali.

Kombes Pol. Andi Fairan mengatakan, pengungkapan kasus tersebut dinilainya cukup rumit karena memiliki tingkat kesulitan yang tinggi.

“Awalnya kita hanya mendapatkan informasi dari salah satu bank bahwa ada pengambilan uang yang tidak wajar. Saat dilihat di CCTV memperlihatkan ada orang yang mengambil uang menggunakan wig atau rambut palsu, topi, dan menggunakan masker sebo. Kita hanya mendapatkan informasi sampai di situ. Akhirnya menindaklanjuti laporan tersebut,” tambah Dirreskrimum Polda Bali sambil memperlihatkan barang bukti berupa wig.

Setelah melakukan penyelidikan selama lima hari, timnya menemukan kendaraan yang digunakan para terduga pelaku untuk mendatangi atm-atm yang jauh dari pengawasan terutama ATM yang tidak ada securitynya.

“Pada tanggal 3 Februari lalu sekitar pukul 05.00 WITA pagi, Di Jalan Tirta Gangga, Uluwatu, Badung, di situ kita tangkap terhadap tersangka menggunakan dua kendaraan,” jelas Kombes Pol. Andi Fairan.

“Pertama kendaraan Avanza yang dikemudikan tiga tersangka. Dan kendaraan Calya dikemudikan oleh tersangka lainnya. Saat dilakukan penghadangan di Jalan Tirta Gangga itu, terhadap kita mereka melawan. Dan hampir saja melukai petugas kita,” tambah Kombes Pol. Andi Fairan.

Dari data polisi ada 6 tersangka yang dilakukan pengejaran. Namun satu dari mereka melarikan diri.

Masing-masing tersangka pertama Ivailov Filipov Trivonov (43), George Jordanov (45),

Todor Krisomorov Dobrev (22), Andrey Iliev (42), dan Kelima Varadin Nikolaev (28). Dan satu lagi Mr X melarikan diri dan saat ini masih dilakukan pengejaran.

“Kita menyita dua mobil, satu motor yang digunakan tiap hari. Ada uang tunai Rp 788 juta. Uang-uang ini diduga hasil kurasan dari para tersangka di atm-atm. Ada juga beberapa laptop yang digunakan untuk validasi data. Ada pula dua wig atau rambut palsu yang digunakan saat mengambil uang nasabah di ATM,” jelas Dirreskrimum Polda Bali itu.

Para tersangka dikenakan tindak pidana dengan sengaja atau tanpa hak mengambil atau melawan hukum mengakses sistem komputer atau elektronik milik orang lain dengan cara apapun dan mengambil uang tanpa seizin pemilik. Sebagaimana dimaksud dalam pasal 46 ayat 1 UU no 11 Tahun 2008, tentang ITE atau pasal 363 KUHP dengan ancaman penjara 6 tahun dan denda Rp 6 Miliar.

(my/sw/hy)

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password