Kemenkominfo Blokir Ribuan Aplikasi Mengandung Konten Negatif

Tibratanews.polri.go.id – Jakarta, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) telah menemukan dan memblokir sebanyak 2.334 konten negatif dalam 11 aplikasi live chat sepanjang 2018.

Beberapa aplikasi live chat tersebut, antara lain Bigo Live, Cheez, Go Live, Gogo Live, Kwai Go, Live Me, Nonolive, Smule, TikTok, dan Vigo. Adapun, konten terbanyak yang diblokir Kemenkominfo terdapat di Smule, TikTok, Kwai Go.

Banyaknya aplikasi sebagai media Prostitusi online yang saat ini sedang marak diperbincangkan publik. Selebihnya karena aksi, bahasa, gesture erotis, dan memuat anak di bawah umur.

Kebanyakan konten menunjukkan aksi yang tidak layak atau vulgar (172 konten), pakaian yang vulgar (103 konten), aksi yang membahayakan (79 konten).

“Selebihnya karena konten yang menampilkan erotisme, merokok, minuman keras, penyiksaan makhluk hidup,” ujar Pelaksana Tugas Kepala Biro Humas Kemenkominfo Ferdinandus Setu, Kamis (7/2/2019).

Hasil pantauan konten negatif lainnya, ditemukan ada di aplikasi Vigo (225 konten), Go Live (197 konten), Nanolibe (124 konten), Bigo (89 konten), Bigo Live (32 konten), Gogo Live (20 konten), Live Me (13 konten), dan Cheez (6 konten).

Berdasarkan kategori konten terbanyak ditemukan konten yang tidak layak atau vulgar dari penggunaan pakaian sebanyak 1.653 konten. Selanjutnya konten yang mengganggu berupa Tatto sebanyak 227 konten, dan konten aksi vulgar sebanyak 97 konten.

Ferdinandus juga mengungkapkan beberapa alasan mengapa banyak pengguna yang berani melakukan gestur erotis dan berpakaian vulgar.

Kategori konten negatif itu antara lain: pornografi/pornografi anak; perjudian; pemerasan; penipuan; kekerasan/kekerasan anak; fitnah/pencemaran nama baik; pelanggaran kekayaan intelektual; produk dengan aturan khusus; provokasi sara; berita bohong; terorisme/radikalisme; serta informasi/dokumen elektronik melanggar undang-undang lainnya.

Kemenkominfo juga mengimbau kepada warganet untuk melaporkan konten internet dan media sosial yang diduga mengandung konten negatif melalui aduan konten twitter @aduankonten, laman aduankonten.id, dan nomor WA 08119224545.

“Kami mengimbau warganet pengguna aplikasi live chat untuk patuh rambu-rambu yang telah diatur UU ITE. Ingat jejak digital negatif Anda bisa mengantarkan Anda ke balik jeruji besi,” ujar Ferdinandus.

(sa/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password