Polisi Ungkap Penjualan Obat Golongan G di Toko Kosmetik

Tribratanews.polri.go.idJakarta. Subdit Industri dan Perdagangan (Indag) Ditreskrimsus Polda Metro Jaya mengungkap penjualan obat-obatan terlarang yang termasuk golongan G di tujuh toko di wilayah Jakarta dan Bekasi.

Dari tujuh toko, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Argo Yuwono mengatakan ada lima toko kosmetik dan dua apotek yang menjual obat-obat itu tanpa resep dokter.

Obat jenis G yang dijual yakni Tramadol, Hexymer, Alprazolam, Trihexyphenidyl dan Double LL. Obat itu berjumlah 13.003 butir yang berhasil diamankan dari tujuh tempat.

“Kita menyampaikan tindak pidana kesehatan. Berawal kegiatan dilakukan Polsek Kembangan akhir bulan 2018 menangkap penyalahgunaan obat daftar G yang ditemukan di Polsek Kembangan. Ternyata kegiatan ini nggak hanya di Kembangan tapi di seluruh DKI Jakarta, makannya kemarin kita lakukan penyelidikan dan kita menemukan 7 TKP di 5 wilayah DKI Jakarta,” jelas Kombes Pol. Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (07/02/19).

Dari pengungkapan itu, Polisi berhasil menangkap tujuh pelaku yakni MY (19), MA (28), HS (29), MS (29), SF (29), ML (29) dan MD (18). Kepada polisi para pelaku mengaku mendapat obat-obatan itu dari sales penjual obat.

“Dari TKP ini dikembangkan dan kita cek kita dapatkan obat-obat ini ada daftar G. Membeli harusnya menggunakan resep dokter. Kalau dia minum 5-6 obat ini seperti tidak sakit kalau dipukul,” terang Kabid Humas Polda Metro Jaya.

“Dari sales satu plastik isi 5 (butir) itu Rp10-25.000 dijualnya. Ini sama modusnya seperti yang di Polsek Kembangan, ditanya salesnya mana katanya nggak tahu, putus juga. Nah ini sedang kita dalami oleh penyidik,” tegas Kombes Pol. Argo Yuwono.

Atas perbuatanya para pelaku dikenakan Pasal 197 Jo Pasal 106 ayat (1) UU nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar. Selain itu polisi juga mensangkakan Pasal 62 ayat (1) Jo Pasal 8 ayat (1) UU nomor 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara dan denda Rp 2 miliar.

(ym/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password