FOCUS GROUP DISCUSSION : Binmas Polda Sumut Gelar Forum Diskusi Terkait Kejahatan Online Terhadap Anak

tribratanews.polri.go.id -Polda Sumut, Direktorat Binmas Polda Sumut mengadakan Focus Group Discussion atau Diskusi Kelompok yang  membahas masalah upaya pencegahan kejahatan online terhadap anak. Kegiatan yang diadakan di lantai IV Aula Catur Prasetya tersebut mengambil tema Polri Bersama Masyarakat Melindungi Anak Anak Dari Kejahatan Online. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 25 Januari 2017 dengan mengundang beberapa narasumber dan berbagai instansi yang terkait dengan kejahatan online tersebut.

Dit Binmas Polda Sumut mengundang dari Dinas Pendidikan Kota Medan Drs. Masral Badri, M.Psi. sebagai nara sumber. Sementara narasumber yang juga turut hadir antara lain narasumber dari Pusat Kajian Perlindungan Anak (PKPA) Misra Lubis serta dari Diskominfo Kota Medan Drs. Harunsyah.

Sementara untuk peserta diskusi yang berjumlah 30 orang, Dit Binmas Polda Sumut mengundang berbagai instansi dalam diskusi tersebut antara lain dari Dinas Pendidikan Provinsi Sumut dan Kota Medan, Disinfokom Kota Medan, Sat Binmas Polrestabes Medan. Ditbinmas juga mengundang PT. Telkomsel dan PT Telkom Regional Sumut untuk turut berpartispasi dalam diskusi tersebut. Undangan yang lainnya dari Asosiasi Pengusaha Warnet Sumatera Utara serta beberapa Kepala Sekolah dan Guru di sejumlah sekolah kota Medan.

“Kita juga mengundang beberapa komunitas blogger dan media online seperti blogger ceritamedan.com, forum lingkar pena, blogger medan dan untuk media online kompas.com dan kabarmedan.com.”  ujar AKBP Hartini selaku moderator dalam diskusi tersebut.

WhatsApp Image 2017-01-25 at 10.44.53(1)

Dalam diskusi tersebut dibahas bahwa kejahatan pornografi dan cyber crime terhadap anak meningkat dalam periode tiga tahun ke belakang. Pada 2014 hingga 2016, setidaknya ada 1.249 laporan masuk terkait kejahatan cyber atau online terhadap anak tersebut.

Peningkatan laporan pornografi dan kejahatan di dunia maya beriringan dengan besarnya jumlah anak yang menggunakan internet. Hasil riset UNICEF serta Kementerian Komunikasi dan Informatika yang dipublikasikan pada 2014, 30 juta anak dan remaja Indonesia intensif menggunakan internet. “Mereka secara intens lima jam sehari menggunakan internet,” kata Misra Lubis dari Pusat Kajian Perlindungan Anak.

“Kalau anak kurang pemahaman penggunaan internet, anak-anak bisa menjadi korban dari kejahatan di internet.” Ujarnya

Jual beli anak melalui media online juga merupakan bagian dari dari Kejahatan Online Terhadap Anak, yang dapat diartikan sebagai kejahatan yang ditujukan kepada anak-anak dengan memanfaatkan informasi dan teknologi sebagai media untuk mengkomunikasikan, mempertunjukkan, mempertontonkan, atau mendistribusikan material pornografi anak atau aktivitas seksual anak. Anak-anak dijadikan objek kekerasan seksual dan menjadi objek seks komersial (Catherine Beaulieu, 2011).

Kejahatan ini pun tidak sebatas pada pendistribusian atau mempertontonkan anak sebagai objek seks dan objek komersial, termasuk juga memiliki gambar-gambar porno, suara anak yang direkam yang mengandung konten erotisme, dan segala seuatu yang mengandung kontens seksual anak yang disimpan di dalam komputer karena memilki potensi untuk disebarluaskan.
Kejahatan di dunia maya salah satunya meliputi kejahatan seksual online termasuk perdagangan anak.  Salah satu kasus yang sering disoroti adalah pelaku pedofilia yang beraksi lewat media sosial. Pelaku sering mengincar anak di bawah umur dengan rayuan yang dilontarkan lewat media sosial.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika mengatakan, untuk mengantisipasi kejahatan online yang semakin berkembang, pihaknya telah menggelar sosialisasi penggunaan internet kepada orang tua dan anak.

Penulis dan Penerbit : Rico

Editor : Kang Iqbal

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password