Bareskrim Polri Ungkap Sindikat Pengedar Narkoba Jaringan Internasional

Tribratanews.polri.go.id. – Jakarta. Satgas NIC Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri berhasil menangkap enam tersangka jaringan Internasional yang terlibat dalam penyeludupan narkotika jenis sabu-sabu yang berasal dari Malaysia di salurkan ke Aceh dan Medan, Sumatera Utara (Sumut).

Dari enam pelaku , penyidik menyita 16 bungkus paket berisi sabu seberat 16 kg dengan kondisi 15 bungkus masih utuh dan satu bungkus sudah terbuka karena sudah digunakan.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Brigjen Pol Eko Daniyanto menjelaskan enam tersangka jaringan Internasional ini merupakan satu keluarga dan ditangkap ditempat yang berbeda di daerah Sumatera Utara dan Aceh.

“Modus yang digunakan untuk menyeludupkan barang haram tersebut yaitu dikirim melalui jalur laut dengan menggunakan boat dari Malaysia ke Aceh,” pungkas Brigjen Pol Eko Daniyanto dikantornya, Jakarta, Senin (4/2/2019).

Berawal pada tanggal 18 Januari 2019, Tim NIC berhasil menangkap APS di Dusun Cilacap Kabupaten Deli Serdang, Sumut yang sudah lama jadi target DPO.

Keesokan harinya, tim menangkap tersangka EI di Desa Matang Glumpang II Meunasah Dayah, Kabupaten Bireun, Aceh. EI berperan menerima dan menyimpan paket sabu dirumah EI di Aceh.

Dihari yang sama tim menangkap JND di Jalan Raya Medan-Banda Aceh, Kabupaten Aceh Timur, Aceh. Peran JND sebagai penghubung EI untuk mencari boat dan mencari orang untuk mengambil paket sabu.

Pada tanggal 20 januari, tim mengembangkan kembali kasus tersebut dan menangkap tersangka SYL, HS dan AH di Jalan Raya Medan-Banda Aceh Desa Seunebuk Muku, Kabupaten Aceh Timur. Peran SYL yaitu menyuruh JND untuk mencari boat.

Sementara, peran HS mengambil sabu dari tersangka JND dan AH yang berperan sebagai koordinator kurir.

Keenam tersangka ini merupakan sindikat pengedar sabu di Aceh dan Medan. Atas perbuatannya, maka akan dikenakan Pasal 114 Ayat 2 Jo Pasal 132 Ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat enam tahun dan paling lama 20 tahun dan dendan minimal Rp 1 miliar dan maksimal Rp 10 miliar ditambah sepertiga.

(ds/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password