Polda Banten Tangkap 10 Orang Diduga Mafia Tanah

Tribratanews.polri.go.idSerang. Satgas Mafia Tanah Polda Banten menangkap 10 orang yang diduga terkait kasus mafia pembebasan lahan di Kabupaten Serang dan Tangerang, Banten. Komplotan ini diduga menyerobot tanah milik orang termasuk tanah di sekitar pembangunan Tol Serang-Panimbang.

Kasubdit II Hardabangtah Polda Banten AKBP Sofwan Hermanto membenarkan penangkapan 10 orang diduga terkait mafia pembebasan tanah. Mereka ditangkap dalam kelompok terpisah.

“Betul 10 tersangka tersebut saat ini dilakukan penahanan di Rutan Mapolda Banten,” tegas AKBP Sofwan Hermanto yang juga Ketua Tim Satgas Mafia Tanah kepada di Serang, Banten, Selasa (05/02/19).

Pelaku dalam kelompok pertama, menurut Kasubdit II Hardabangtah Polda Banten berinisial MY, eks kepala desa Telagasari, Tangerang dan DJ warga Balaraja. Keduanya ditangkap pada Senin (04/02/19) karena melampirkan surat-surat palsu saat mengajukan penerbitan hak milik seluas 5.411 m2.

Keduanya disebut Polisi juga melakukan gugatan perdata untuk mengambil hak orang dengan penerbitan hak milik yang syarat suratnya palsu.

Kelompok kedua yakni tersangka berinisial JM, mantan kades Cisait, Kabupaten Serang; IS seorang PNS di Pemkab Serang dan ES seorang wiraswasta. Ketiganya diduga memalsukan akta jual beli (AJB) dan memalsukan tandatangan pemilik tanah seluas 19,661 m2 untuk dialihkan haknya.

Kelompok ketiga, jaringan mafia perumahan yang menawarkan perumahan dengan luas tanah 9.600 m2. Padahal, tanah terebut adalah milik orang lain dengan kepemilikan dan perizinan yang sah. Tersangka adalah SW dan HL selaku direktur dan komisaris perusahaan inisial PT. PNM.

Terakhir, adalah tiga orang tersangka yang mengaku tim pembebasan lahan untuk Tol Serang-Panimbang. Tersangka berinisial PH seorang pegawai honorer di Pemkot Tangsel, JJ seorang PNS di Pemkot Serang dan LM seorang wiraswasta.

Ketiga tersangka ini diduga menawarkan 23 bidang tanah seharga Rp 5,5 miliar padahal tanah itu sudah dijual ke orang berbeda.

“Namun bidang tanah tidak bisa dikuasai karena tanahnya sudah dijual ke orang lain,” jelas AKBP Sofwan Hermanto.

(ym/sw/hy)

Admin Polri56598 Posts

tribratanews.polri.go.id "Portal Berita Resmi Polri : Obyektif - Dipercaya - Patisipatif"

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password