Polda Sumut Berhasil Tangkap 534 Pelaku Tindak Pidana Narkoba

Tribratanews.polri.go.id-Medan. Selama Januari 2019, Ditresnarkoba Polda Sumatera Utara dan jajaran Polres menangkap 534 pelaku tindak pidana Narkoba. Dari para pelaku, disita barang bukti sabu-sabu seberat 83.389,32 gram, 295.181,03 gram ganja, 4 batang pohon ganja, 1.265 pil ekstasi dan 6.000 gram ketamin. Senin, (4/02/19)

Direktur Reserse Narkoba Poldasu Kombes Pol. Hendri Marpaung melalui Wadir AKBP Frenky Yusandhy mengatakan, dari 534 tersangka Narkoba yang ditangkap, Poldasu berhasil mengungkap 414 kasus Narkoba yang terjadi di Sumatera Utara.

“Jadi kasus yang berhasil kita ungkap 414 kasus dengan 534 tersangka,” Jelas Wadirresnarkoba.

Tangkapan paling banyak terjadi minggu terakhir Januari 2019. Dalam minggu keempat itu tersangka yang ditangkap 141 tersangka tindak pidana Narkoba dengan barang bukti yang disita 2.109,23 gram sabu, 227.928,75 gram ganja, 3 batang pohon ganja dan 42 pil ekstasi.

“Dari 141 tersangka ini dengan klasifikasi 89 orang sebagai pengedar dan 51 orang tersangka sebagai pengguna,” jelas AKBP Frenky Yusandhy.

AKBP Frenky Yusandhy menyebutkan secara rinci, untuk tangkapan minggu pertama ada 68 tersangka dengan klasifikasi 47 tersangka sebagai pengedar dan 21 tersangka sebagai pengguna dengan jumlah barang bukti yang disita 66,05 gram sabu, 45.556,13 gram ganja dan 390 pil ekstasi.

Kemudian minggu kedua, tersangka yang ditangkap 97 orang dengan klasifikasi 66 tersangka sebagai pengedar dan 31 tersangka sebagai pengguna dengan barang bukti yang disita 15.768,91 gram sabu, 1.175,28 gram ganja dan 513 butir pil ekstasi.

Minggu ketiga, tersangka yang ditangkap 90 orang dengan klasifikasi 37 tersangka sebagai pengedar dan 53 orang tersangka sebagai pengguna dengan barang bukti yang diamankan 48.574,46 gram sabu, 15.408,1 gram ganja, 150 butir pil ekstasi dan 6.000 gram ketamine.

Pemberantasan peredaran gelap Narkoba di Sumatera Utara, Polda dan jajaran Polres tetap akan menindak para pengedar, pengguna, bandar bahkan sindikat internasional dengan tindakan tegas dan terukur. Namun dalam penindakan kasus narkoba ini, perlu peran serta dari semua pihak untuk bersama-sama memberantas peredaran gelap Narkoba terutama dari hal yang terkecil yakni keluarga dan lingkungan.

“Tanpa adanya peran serta semua pihak pemberantasan Narkoba tidak akan berhasil. Makanya alim ulama, pemuka agama, pemuka agama, tokoh agama, masyarakat, para orang tua dan semua pihak untuk bersama-sama dalam pemberantasan peredaran gelap Narkoba yang cukup membahayakan generasi muda bangsa,” jelas Wadirnarkoba Poldasu AKBP Frenky Yusandhy.

(ng/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password