Live RRI, Dir Narkoba Polda Maluku Sampaikan Bahaya Narkoba dan Miras Terhadap Kesehatan

Tribratanews.polri.go.id – Ambon. Dir Narkoba Polda Maluku, Kombes Pol. Thein Tabero, S.H., S.I.K., selaku narasumber melaksanakan live dialog Interaktif dalam rangka Conter Opini Publik dengan bertemakan “Peredaran Narkoba dan Miras Serta Bahaya Terhadap Kesehatan”, Selain Dir Narkoba, hadir juga narasumber lain yaitu, dr. Sherly Yakobus,Sp,ks, dari Dinas Kesehatan Prov. Maluku., yang dilaksanakan di Studio Pro 1 RRI Ambon, Jumat (1/2/19).

Dir Narkoba menyampaikan bahwa sesuai dengan tugas dan peranan kami sebagai Direktorat Narkoba Polda Maluku yang mana sangat berperan penting dalam memberikan tindakan kepada para pelanggar hukum khusunya penyalahgunaan narkoba di Daerah Maluku.

Bila dilihat sesuai dengan pemantauan kami, peredaran narkoba di Maluku bisa dilihat sangat kecil namun peredaranya di masyarakat bisa dibilang cukup banyak karena terhitung mulai januari 2019 sudah 17 kasus yang kami sementara tangani, hal ini bila dibandingkan dengan januari 2018 kemarin. Untuk mencegah hal ini diharapjan peran dari masyarakat, tokoh adat dan tokoh agama dalam membantu polri dalam upaya memerangai barang haram ini.

Untuk jenis narkoba yang beredar di Ambon hanyalah sabu-sabu dan ganja, untuk jenis-jenis lainya belum ada yang kami temukan sejauh ini dan kami harapkan juga kepada seluruh masyarakat agar bisa memantau dan mengontrol anankya karena pengawasan orang tua itu sangat penting dalam hal ini, mari kita sanyangi dan menjaga anak kita dari narkoba.

Sedangkan dr. Sherly Yakobus,Sp,ks, selaku Dokter kesehatan jiwa, menyampaikan sejauh ini dari hasil pantauan kami, seiring dengan isu-isu adanya peredaran narkoba dalam bentuk permen dan dijual kepada anak-anak sampai saat ini kasus tersebeut belum ada laporan atau adanya temuan selama ini di wilayah kami bertugas atau di daerah Maluku, namun dari hasil yang kami dapatkan di lapangan banyaknya generasi muda kita ini mengkomsumsi lem untuk membuat mabuk, hal ini terus kami pelajari karena dampak dari hal ini bisa mengakibatkan kematian.

Ada beberapa langkah yang kami akan tindak lanjuti kepada para pegguna narkoba baik itu dari rehabilitas dan rawat nginap. Sesuai data yang dihimpun dari dinas kesehatan pada tahun 2018, tingkat kematian rata-rata kurang lebih 40% diperkirakan dari penyalahgunaan narkoba dan pengguna sopi. Mari kita sama-sama menjaga generasi kita yang ada di Maluku dengan sama-sama membantu Kepolisian dan pemerintah dengan memerangi Narkoba.

(bg/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password