Penyebar Hoaks Demo TKA di Morowali Sulteng Dicokok Polisi

Tribratanews.polri.go.id, Jakarta – Penyebaran informasi palsu atau hoaks beberapa waktu lalu terkait dengan adanya demonstrasi dari buruh Tenaga Kerja Asing (TKA) di Morowali, Sulawesi Tengah, berhasil diungkap pihak Kepolisian, Pelaku diketahui bernama IDN, Ia sehari-hari berjualan sebagai pedagang batagor di Jakarta.

Masyarakat sebelumnya dihebohkan dengan beredarnya sebuah foto dan video sekelompok buruh yang menggelegar aksi demonstrasi. Ketika itu, media sosial ramai mempergunjingkan bahwa hal itu adalah aksi demonstrasi dari TKA China.

“Dugaan tindak pidana menyebarkan berita bohong (Hoax) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 ayat (2) dan/atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP dengan cara tersangka (IDN) menggunakan akun Facebook Indra dengan URL: https://www.facebook.com/indra.wan.73594,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Gedung Tribrata, Jakarta Selatan, Rabu (30/1/2019).

Lebihlanjut menjelaskan, foto tersebut fakta sebenarnya adalah bukanlah unjuk rasa dari TKA China. Melainkan, demonstrasi dari buruh yang menuntut kenaikan UMSK.

Adapun modus operandi yang dilakukan oleh Tersangka Indrawan, yaitu menyebarkan postingan video melalui facebook berisi demo buruh di Morowali Sulteng yang meminta kenaikan gaji sesuai upah minimum daerah menjadi bergejolaknya dengan adanya TKA Asal China yang berpelilaku semena-mena dan digaji lebih besar dari warga lokal.

“Di Morowali sendiri jumlah TKA kurang dari 10% TKI, dan keberadaan TKA ini dalam rangka alih teknologi pada proyek industri strategis nasional, yang akan banyak memberikan keuntungan bagi Indonesia,” tutur Brigjen Pol Dedi Prasetyo .

Dalam hal ini, Karo Penmas menekankan, agar masyarakat tidak mudah terpancing isu yang tidak benar, dan tidak mudah percaya berita yang menyesatkan, karena tidak mungkin pemerintah membohongi masyarakatnya.

“Semua pembangunan dilaksanakan secara transparan dan bisa diuji kebenarannya,” ucapnya.

Atas perbuatannya, pelaku disangka melanggar Pasal 14 ayat (2) dan/atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP. Saat ini, polisi telah melakukan penahanan terhadap tersangka. (La/Sw/Hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password