Geng Motor Sadis Diringkus Polres Jakarta Pusat.

Tribratanews.polri.go.id -Jakarta. Polres Jakarta Metro Jakarta Pusat meringkus gerombolan geng motor sadis dan brutal yang mengatasnamakan Kopus (Komunitas Pusat). Senin, (28/01/19)

Geng Motor yang ditangkap Polres Metro Jakarta Pusat telah melakukan aksi penganiyaaan berujung kematian terhadap Yudi (26) di Jalan HBR Motik, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Akibat aksi pelaku, korban medapatkan tiga luka bacokan di punggung, perut hingga dada.

“Geng motor ini berjumlah 30 motor saat kejadian. Sekitar 60 orang, datang ke TKP melakukan penganiayaan. Korban mengalami luka di punggung sebelah kiri, bahu sebelah kanan, dan dada sebelah kiri. Sempat dibawa ke rumah sakit namun tak tertolong nyawanya,” ungkap Wakapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Arie Ardian Rishadi, S.I.K., Jalan Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat, Senin (28/01/2019).

Selain melakukan penganiyaan, korban pelaku juga mengambil motor milik korban yakni Kawasaki Ninja warna orange.

“Motor korban kami temukan di rumah salah satu pelaku, di daerah Manggga Besar,” tambah Wakapolres.

Sementara, barang bukti yang diamankan antara lain, baju pelaku, golok dan celurit cocor bebek.

“Kasus geng motor ini sangat sadis dan brutal. Kami masih lakukan pendalaman soal pelaku lainnya,” ungkap AKBP Arie Ardian.

Berdasarkan keterangan saksi, Yudi dihampiri oleh sekelompok orang yang merupakan pelaku. Pelaku ‘FR’ langsung melakukan pembacokan.

“Salah satu pelaku memakai narkoba jenis shabu sejak setahun,” terang AKBP Arie Ardian
Masih ada puluhan pelaku lain yang masih kami buru,” tambah AKBP Arie Ardian

Wakapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Arie Ardian, mengatakan, keenam pelaku yaitu FR (18), PSD (21), AL (18), TR (24), GBB (26) dan AAR (23). Mereka dijerat dengan pasal 338 KUHP juncto 170 KUHP dengan ancaman di atas 15 tahun.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Tahan Marpaung juga mengatakan bahwa Geng Motor tersebut merasa ditantang oleh korban. Tantangan itu melalui media sosial Instagram. Aksinya pun diklaim baru pertama kali dilakukan.

”Mereka ngakunya baru sekali melakukan aksinya. Memang mereka selalu nongkrong disana tapi kadang berpindah tempat juga,” jelas Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Tahan Marpaung.

(ng/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password