KASUS ASUSILA DI CILACAP: Sungguh Kakak Biadab, Setubuhi Adik Ipar Sampai Hamil 4 Bulan

Tribratanews.polri.go – Kepolisian Sektor Kroya Polres Cilacap Polda jawa tengah masih melengkapi berkas perkara kasus persetubuhan terhadap anak dibawah umur yang dilakukan oleh kaka iparnya sendiri untuk segera dilimpahkan ke pengadilan.

Kapolres Cilacap AKBP Yudo Hermanto SIK melalui Kapolsek Kroya AKP AM Suryo Probo Rabu (25/1/2017) mengatakan bahwa korban dan saksi sudah dilakukan pemeriksaan dan terhadap pelaku juga sudah dilakukan penahanan.

Lebih lanjut Kapolsek menjelaskan bahwa pelaku bernama SHRT, 48 tahun alamat Dusun Situmang Desa Buntu Kecamatan Kroya Kabupaten Cilacap sudah dilakukan penangkapan pada hari Senin ( 16/1/2107).

Pelaku diduga telah menyetubuhi adik iparnya nya sendiri sebut saja Melati, 15 tahun, pelajar SMP yang tinggal satu rumah dengan pelaku.

“ Atas perbutan yang dilakukan korban hamil 4 bulan” jelas Kapolsek.

Terungkapnya kasus ini atas kecurigaan dari Lasmini, 46 tahun alamat dusun situmang Rt.01 Rw.03 Desa Buntu Kecamatan Kroya Kabupaten Cilacap kakak kandung korban dan merupakan istri dari pelaku yang merasa curiga kepada korban kalau badannya tambah besar dan perutnya buncit.

“Setelah dilakuakan tes kehamilan kepada korban dan hasilnya positif, selanjutnya korban menceritakan kejadian tersebut bahwa yang telah menghamili nya adalah pelaku yang merupakan kakak iparnya sendiri kemudian melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Kroya guna proses lebih lanjut” terang Kapolsek.

Dari hasil pemeriksaan pelaku mengakui bahwa perbuatan tidak senonoh yang dilakukan terhadap adik iparnya sendiri dilakukan sejak bulan Agustus 2016 yang lalu dan terakhir perbuatan biadab tersebut dilakukan pada Minggu (8/1/2017).

“Pelaku melakukan bujuk rayu kepada korban agar dapat melakukan hubungan intim untuk mendapatkan kepuasan nafsu birahinya dan mengancam agar tidak memberitahu kepada orang lain” tambah Kapolsek.

Perbuatan tersebut dilakukan saat kondisi rumah dalam keadaan sepi saat korban sedang tidur didalam kamar.

Atas perbuatan pelaku dijerat dengan pasal 81 (2) sub pasal 82 uu no.23 tahun 2002 ttg perlindumgan anak jo psl 76e UU no.35 tahun 2014 ttg perubahan UU RI no.23 thn 2002 ttg perlindungan anak dengan ancaman hukuman pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).

(Humas Polres Cilacap)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password