Polri Soal Kejahatan Siber : Makin Banyak Aplikasi, Orang Mudah Tertipu

Tribratanews.polri.go.idJakarta. Polri mencatat kejahatan siber atau cyber crime mengalami peningkatan di setiap tahunnya. Direktur Tindak Pidana Siber Brigjen Pol. Albertus Rachmad Wibowo mengungkapkan kejahatan siber didominasi oleh penipuan.

“Threat paling besar di Indonesia itu fraud (penipuan). Baru setelahnya ada hoaks, blasphemy, hate speech. Makin banyaknya aplikasi beredar, membuat orang mudah tertipu,” jelas Brigjen Pol Albertus Rachmad Wibowo di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (24/01/19).

Jenderal bintang satu menjelaskan selama ini penipuan siber memiliki karakter kerugian materi yang banyak. Akan tetapi, penipuan itu memakan jumlah korban yang tak sedikit dan tersebar di banyak daerah.

“Salah satu karakter fraud itu kerugiannya tidak besar, hanya Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta. Tetapi jumlah korbannya banyak. Kadang 1 kasus sampai 500 korban pada aplikasi yang sama dan distribusi di seluruh Indonesia,” tegas Brigjen Pol Albertus Rachmad Wibowo.

Guna menangani permasalahan tersebut, Polri kini masih berupaya membentuk subdit cyber crime di 34 Polda se-Indonesia. Harapannya, kata dia, setiap kasus kejahatan siber dapat ditangani secara maksimal di setiap daerah.

Sepanjang tahun 2018, Polri mencatat terdapat 4.000 laporan tindak pidana siber. laporan itu tersebar di seluruh wilayah, meski hampir setengah laporan masuk ke Polda Metro Jaya.

(ym/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password