Hirup Gas Beracun, Nyawa ABK KM. Senja Papua Melayang

Tribrtanews.polri.go.id – Kalimantan Tengah. Anak buah KM. Senja Papua yang berlabuh di sekitar Dermaga PT. Wilmar Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) ini. Niat ingin memperbaiki tempat tidur malah harus meregang nyawa. Menurut dugaan sementara korban meninggal dunia akibat menghirup udara beracun dari muatan karnel yang berada dalam area palka kapal tersebut.

Korban Yulianus Tanarubun (42) menyampaikan kepada nahkoda kapal Klovis Uniwaly (48) bahwa ia ingin mencari kayu untuk memperbaiki tempat tidurnya, setelah itu korban tidak terlihat lagi. Sekitar pukul 19.30 WIB nahkoda bersama anak buah kapal memutuskan untuk mencari korban di sekitar kapal.

Korban berhasil ditemukan pertama kali oleh anak buah kapal Sdr. Dian Purnama (26) di bagian loker kapal dalam keadaan tergeletak di bawah tangga. Ia kemudian memanggil juru mudi Sdr. Muhammad Samsudin (24) untuk menunggu di atas dan ia langsung turun mengecek nadi dan nafas korban. Setelah dilakukan pengecekan korban dinyatakan meninggal dunia karena tidak ada denyut nadi dan nafasnya.

Nahkoda kapal yang mengetahui hal tersebut langsung melaporkan ke agen kapalnya dan selanjutnya agen melaporkan ke Kepolisian. Untuk mempermudahkan evakuasi kapal tersebut bergeser ke dermaga Bagendang yang tidak jauh dari PT. Wilmar Sampit, Kabupaten Kotim.

Menerima laporan dari Kapal Patroli Polisi XVIII-2005 Ditpolairud, team SAR Ditpolairud bergerak cepat untuk melakukan pertolong evakuasi korban yang dipimpin langsung oleh ketua team SAR Regu 1 Subdit Patroli Airud Ditpolairud Polda Kalteng Aiptu Entong Adja serta lima personel lainya dengan membawa peralatan lengkap untuk evakuasi.

Sekitar pukul 01.30 WIB, team SAR Ditpolairud tiba dilokasi dan langsung mempersiapan peralatan dan personel yang akan melakukan evakusai, dikarenakan didalam palka tersebut masih ada gas beracun, mereka harus menggunakan alat khusus dalam melakukan pertolongan evakuasi korban.

Ditpolairud menurunkan Timsus Tactical Equipment Aparatus untuk mengevakuasi korban yang diduga menghirup udara dalam ruangan.  Sekitar pukul 02.15 wib, korban berhasil di evakuasi ke atas dan selanjutnya akan berkoordinasi dengan Rs. Doris Sylvanus Palngkaraya untuk dilakukan otopsi pada hari ini untuk mengetahui penyebab utama meninggalnya korban.

Dirpolairud Polda Kalteng Kombes Pol. Badarudin menyampaikan bahwa pihaknya akan mengusut penyebab kematian korban, apakah murni karena gas beracun atau ada indikasi lain.

“Kami akan terus dalami permasalahan ini, untuk dugaan sementara korban meninggal akibat menghirup gas beracun, namun hari ini akan dilakukan otopsi untuk mengetahui penyebab utama meninggalnya korban, selain itu kita akan melakukan pemeriksaan terhadap para saksi serta melakukan olah TKP,” jelas Dirpolairud, Selasa (15/01).

 

(js/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password