Polda Sulsel Ungkap Penipuan Tiket Pesawat Murah

Tribratanews.polri.go.idMakassar. Tim Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Sulsel meringkus Rahmat Risaldi (18), terduga pelaku penipuan dengan modus penjulan tiket pesawat murah atau promo. Rahmat diketahui berasal Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan.

Pengungkapan kasus kejahatan penjualan tiket murah pesawat ini berawal ketika korban dengan inisial NA ditawarkan oleh pelaku RR (18) Lk dengan harga tiket pesawat yang lebih murah dari harga aslinya.

Saat konferensi pers di Mapolda Sulsel, Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol. Dicky Sondani mengatakan, Korban dan pelaku awalnya bertemu dan komunikasi melalui Facebook, Pelaku menawarkan kepada korban harga tiket yang lebih murah dari agen travel Traveloka.

Tertarik, korban pun mentransfer uang kepada pelaku untuk 10 tiket dengan rute Makassar-Batam pergi pulang (PP). Pada saat dilakukan pembayaran dengan proses transfer, pelaku lalu mengirimkan kode booking.

“Namun hanya enam kode booking tiket yang dapat digunakan berangkat, Empat kode booking tiket lainnya ditolak maskapai dengan alasan tiket ditolak oleh sistem karena belum dilakukan pembayaran” jelas Kombes Pol. Dicky Sondani.

“Sehingga dengan alasan tersebut korban merasa ditipu dan sangat dirugikan karena harus mengganti kerugian dari pembelian tiket tersebut,” ucap Kabid Humas Polda Sulsel, Selasa (15/01/19).

Tim Cyber Polda Sulsel yang dipimpin Kasubdit 5 AKBP Musa Tampubolon melakukan penangkapan terhadap pelaku RR (18) Lk pada Rabu (20/12/19) di wilayah Jakarta Utara.

Pelaku merupakan seorang mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Makassar. Dia mendapatkan modal usaha dengan membobol kartu kredit milik orang lain. Uang itu digunakan untuk membeli tiket untuk dijual kembali kepada orang lain.

Kini tersangka mendekam di Mapolda Sulsel untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka terancam Pasal 28 ayat (1) Jo Pasal 36 Jo. Pasal 51 ayat (2) ayat UU.RI No.19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU.RI No.11 Tahun 2008 tentang informasi dan Transaksi Elektronik dengan Ancaman Pidana paling lama 12 Tahun dan/atau denda paling banyak Rp 12.000.000.000,00.

(ym/sw/hy)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password