Polri: Tim Gabungan Kasus Novel Baswedan Berbeda dengan TPGF Munir

Tribratanews.polri.go.id-Jakarta. Polri membentuk tim gabungan untuk mengungkap kasus penyerangan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan.

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen. Pol. Mohammad Iqbal, S.I.K., M.H., mengatakan bahwa tim tersebut butuh orang-orang yang memahami teknis penyelidikan, bukan sosok yang semata-mata representasi eksternal kepolisian.

Kadiv Humas juga mengatakan, tim gabungan kasus Novel ini sepatutnya tidak disamakan dengan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF), kasus pembunuhan aktivis HAM, Munir, yang dibentuk tahun 2004 pada era kepresidenan Susilo Bambang Yudhoyono.

“TGPF Munir tidak bekerja secara teknis dan terdiri dari profesional atau tokoh masyarakat, tapi apakah mereka mampu menyelidiki dan menganalisa CCTV sebagainya,” jelas Kadiv Humas.

“Ini bukan dari kami, tapi dari rekomendasi Komnas HAM kepada Kapolri yang keluar 21 Desember agar masalah itu selesai.”

“Pembunuhan di Utan Kayu, Jakarta terungkap cepat, tapi kasus pembunuhan Aksena di Depok dan kasus bom molotov di Kedutaan Myanmar butuh berapa tahun untuk terungkap. Jangan generalisasi semua kasus, setiap kasus punya karakteristik,” tegas Jenderal Bintang Dua tersebut.

(ng/sw/hy

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password